RADARTUBAN - Sekarang ini, cukup jarang dijumpai perempuan yang bergairah mempelajari seni bertahan hidup di alam liar melalui kegiatan Pramuka.
Namun, berbeda dengan Salma Gita Rahmawati.
Perempuan berusia 23 tahun asal Kecamatan Montong ini begitu gemar mempelajari survival melalui kegiatan Pramuka.
Sudah hampir lima belas tahun ini, Salma mendedikasikan setiap langkahnya mencintai alam melalui Pramuka. Baginya, Pramuka bukan hanya sekadar kegiatan, tapi juga cara bertahan hidup yang mengajarkan tentang kepercayaan diri dan kekuatan untuk terus bertahan.
‘’Dari pramuka aku belajar menghadapi tantangan dan memecahkan masalah dengan cara yang seru,’’ ujarnya yang mengaku sudah mengikuti kegiatan Pramuka sejak SD itu.
Sudah tak terhitung berapa banyak kegiatan kepramukaan yang dia lakoni dari sejak SD hingga duduk di bangku perkuliahan.
Di akhir tahun lalu, dia baru saja mengikuti kegiatan Kemah Bakti Racana se-Muhammadiyah Nasional ke-7 di Metro Lampung.
Lebih lanjut, mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini mengaku tidak terinspirasi dari siapa pun untuk terjun ke dalam dunia kepramukaan.
‘’Ikut pramuka murni keinginan hati sendiri,’’ tegasnya.
Alumni SMAN 2 Tuban itu menambahkan, Pramuka bukan hanya sebagai kegiatan survival, melainkan sebagai media untuk belajar dan tempat membentuk karakter.
Dirinya berharap, Pramuka dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan diri, nilai kepedulian, dan tanggung jawab di tengah masyarakat yang semakin individualis.
‘’Pramuka saat ini sudah berkembang dan turut memakai teknologi, jadi tidak perlu khawatir jika kegiatan ini tidak seru, menyeramkan, dan kurang menarik,” pungkasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban