Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Siti Mukaromatun Nisa: Membaca Buku Itu Menyenangkan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 1 Februari 2025 | 16:30 WIB
Photo
Photo

MEMBACA buku menjadi hal yang kurang diperhatikan, atau bahkan sama sama sekali tidak digemari oleh sebagian anak muda saat ini. Namun, hal tersebut tak berlaku bagi Siti Mukaromatun Nisa. Sejak duduk di bangku SMP, gadis berkacamata itu telah gemar membaca. Khususnya sastra.

Berkat kecintaannya membaca sastra, gadis asal Kecamatan Soko itu giat ber­gabung dalam banyak komunitas sastra. Mulai dari komunitas Sematta Bojonegoro yang berfokus pada sastra, literasi, pendidikan, dan sosial, kemudian Komunitas Kita Belajar Menulis (KBM) Bojonegoro, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Arusgiri, dan UKM Penalaran dan Penulisan Griya Cendekia.


‘’Dari membaca aku jadi tahu tentang banyak hal, seperti kehidupan lampau yang bersejarah hingga memetik pelajaran ke­hidupan dari para tokoh dalam buku,” ujar Nisa panggilan karibnya.

Sudah tak terhitung be­rapa banyak buku non-fiksi dan fiksi yang dia baca. Beberapa di antaranya juga merupakan hasil karya dari para penulis masyhur, seperti Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer hingga puisi-puisi karya Umbu Landu Paranggi.

Selain buku-buku tersebut, ada pula buku Sastrajendra karya Setyo Hajar De­wantoro, Laut Ber­cerita karya Leila S. Chudori, dan masih banyak buku lain yang menjadi favoritnya.

Lebih lanjut, mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojo­negoro itu mengaku, jika hal terseru dari membaca buku adalah ba­gaimana dia bisa ber­imajinasi kala membaca.

‘’Saat mem­baca sering ter­bawa suasana dari alur cerita, kadang ikut bahagia dan sedih. Bahkan bisa me­metik ba­nyak pela­jaran dari buku-buku yang diba­ca,” tegas mahasiswi jurusan Pen­didikan Agama Islam itu.

Gadis 21 tahun tersebut mengaku, jika dirinya ter­inspirasi dari sang bapak yang juga gemar sekali mem­baca dan mengoleksi buku. Sosoknya itu membuat Nisa terdorong dan merasa ter­tarik untuk mendalami apa yang Bapaknya lakoni.

Dirinya berharap, anak-anak di era saat ini kembali tertarik untuk membaca buku. Sebab, buku menjadi hal dasar untuk seseorang dapat memelajari berbagai hal, sisi, hingga emosi.

‘’Baca buku tidak harus buku-buku non-fiksi yang sangat berbobot, tapi bisa dimulai dari novel atau puisi sebagai awal untuk men­cintai dunia sastra,” tan­dasnya. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Membaca Buku #anak muda #smp #menyenangkan #sastra #berkacamata