Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Nanang Ferianto, MC Terpakem se-Jawa Timur 2025 asal Tuban

Sugiati. • Senin, 3 Februari 2025 | 21:21 WIB

Nanang Ferianto tampak gagah saat mengenakan pakaian adat Jawa setelah nge-MC di sebuah acara yang dia pandu.
Nanang Ferianto tampak gagah saat mengenakan pakaian adat Jawa setelah nge-MC di sebuah acara yang dia pandu.

Di tengah lunturnya tradisi Jawa di bidang fashion, Nanang Ferianto konsisten mengenakan pakaian adat Jawa dalam menjalani profesinya sebagai master of ceremony (MC). Semua itu dilakukan untuk membumikan adat Jawa di kalangan generasi muda. Dan berkat konsistensinya tersebut, dia dinobatkan sebagai MC Terpakem se-Jawa Timur.

MENGENAKAN beskap, leng­kap dengan jarik dan blangkon di atas kepala, Nanang Ferianto terlihat tampan dan gagah.

Di sebuah kafe di Tuban, pria yang karib disapa Nanang itu tampil percaya diri saat menjalankan perannya sebagai MC. Kesan santun tampak dari setiap tutur kata yang dia disampaikan.

Dalam setiap kesempatan acara, Nanang selalu konsisten mengenakan pakaian adat Jawa.

‘’Sejak dulu saya menaruh ketertarikan pada setiap hal yang berkaitan dengan adat Jawa, seperti pakaian adat Jawa yang dikenakan dalang. Ma­kanya, setiap menjadi MC saya selalu berpakaian layaknya seorang dalang,’’ katanya.

Gayung bersambut, ke­inginan­nya menjadi MC sembari me­ngenakan pakaian adat Jawa tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga. ‘’Dari situ, saya semakin serius belajar MC dan konsisten mengenakan pakaian adat Jawa,’’ ujarnya.

Berangkat dari keinginannya yang kuat tersebut, Nanang semakin serius mempelajari dunia MC dan mengikuti ber­bagai seminar sekaligus belajar dari orang-orang profesional dalam bidang tersebut.

Dan salah satu komunitas yang ke­mudian membesarkan na­manya adalah Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) dan Himpunan Pembawa Acara Indonesia (Hipapi).

Dan seiring dengan kemam­puannya yang terus bertambah, pria asal Desa Sekardadi, Ke­camatan Jenu itu dipercaya untuk mengajar di sekolah kesenian adat yang dihelat Permadani. ‘’Saya mengajar tata cara ber­busana bagi MC adat Jawa,’’ katanya.

Selain menjadi pengajar, pria 31 tahun itu telah melalang buana ke berbagai kota untuk mengisi acara seminar adat Jawa. Di antara kota yang per­nah dia datangi untuk mengisi seminar, yakni Jombang, Sura­baya, Pasuruan, Nganjuk, dan Kediri. Dan pada Februari men­datang, dia dipercaya untuk mengisi acara di Jakarta.

Terbaru, dia juga meraih peng­­hargaan sebagai MC terpakem se-Jawa Timur 2025 dan berhasil mengalahkan ratusan peserta dalam ajang ber­gengsi itu. ‘’Saya dapat penghargaan itu karena kegigi­han saya dalam mele­starikan adat Jawa, mulai dari cara ber­pakaian dan cara ber­bicara, saat menjalani profesi saya sebagai pembawa acara,’’ tuturnya.

Nanang menyadari, di era gempuran budaya modern saat ini sangat sulit mengajak generasi muda untuk turut mencintai budaya bangsa. Meskipun sudah 18 tahun berkecimpung di dunia MC adat, namun Nanang kerap kali diremehkan oleh beberapa orang tentang kebiasaannya yang tidak mengikuti zaman.

‘’Sering sekali orang bertanya, apa laku menjadi MC hanya stagnan pada MC bernuansa adat, padahal sekarang sudah modern,” katanya.

Sejalan dengan kecintaannya terhadap budaya Jawa, dia ber­harap anak-anak muda dapat turut melestarikan bu­daya bang­sa itu. Dalam me­wujudkan harapannya itu, dia mendirikan wedding organizer yang diberi nama Cakra Ningrat Mana­gement, untuk merekrut anak-anak muda bergabung di da­lamnya.

“Selain membuka la­pangan pekerjaan, di situ juga sebuah wadah untuk belajar adat Jawa, dapat dibukti­kan saat ada job, mereka harus berpakaian adat,” tandasnya. (gik/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#fashion #Cakraningrat #Nanang #mc #Jawa Timur