Kencangkan Ikat Pinggang, Anggaran Setiap OPD Dikepras, Pengadaan ATK, Kegiatan Seremonial, dan Perjalanan Dinas Paling Banyak Dipangkas

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Selasa, 4 Februari 2025 | 14:36 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN - Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 memaksa setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Tuban me­ngencangkan ikat pinggang.

Setiap OPD diminta untuk menyisir alokasi anggaran yang bisa dikepras.


Sebagaimana diketahui, target efisiensi anggaran yang dicanangkan Pre­siden Prabowo Subianto mencapai Rp 306,69 triliun. Terdiri dari Rp 256,1 triliun dari ang­garan kemen­terian atau lembaga.

Lalu, Rp 50,59 triliun dari pemerintah daerah (pemda). Lantas, berapa total alokasi anggaran APBD Tuban yang dikepras?


Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, para pejabat pelak­sana teknis kegiatan (PPTK) dari masing-masing OPD tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk me­nyam­paikan hasil penyisiran anggaran di luar belanja pegawai dan kegia­tan yang sudah pasti.

Khususnya pos-pos ang­garan yang dianggap pem­borosan. Di antaranya, be­lanja alat tulis kantor, perjalanan dinas, kegiatan workshop, kajian-kajian, dan beberapa kegiatan yang dianggap tidak substansial untuk dilaksanakan.


‘’Setiap PPTK dari masing-masing OPD di panggil satu-satu (oleh TPAD, Red). Kami sudah dipanggil, di­minta untuk menjelaskan satu persatu pos anggaran dari hasil penyisiran. Paling banyak mendapat pemang­kasan adalah pengadaan ATK, kegiatan seremonial, dan perjalanan dinas. Kalau diakumulasi secara kese­luruhan, kurang lebih 45 persen anggaran terpang­kas,’’ kata salah satu pejabat OPD di lingkup Pemkab Tuban.


Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Tuban Agung Tri Wibowo yang juga TPAD membe­narkan adanya kegiatan efisiensi anggaran dari masing-masing OPD ter­sebut.

‘’Ya, satu persatu ke­giatan di OPD di-review untuk dilakukan efisiensi,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.


Disampaikan Agung, kegiatan me-reveiw ulang anggaran di setiap OPD itu akan ber­langsung selama kurang lebih dua pekan.

‘’Maksimal tanggal 15 Februari nanti sudah selesai,’’ ujarnya. Selanjutnya akan dilakukan pembahasan bersama DPRD untuk mela­kukan refocusing anggaran.


Hanya saja, berapa ang­garan yang kemungkinan terpangkas dan bakal dialih­kan untuk kegiatan apa saja? Agung belum bisa memas­tikan.

‘’Bisa dilihat (berapa anggaran yang terpangkas, Red) setelah semua di-review,’’ tandasnya.


Sementara itu, Sekda Tuban Budi Wiyana me­ngatakan, meski ada efisiensi anggaran, kinerja tetap harus efektif dan efisien sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Pihaknya tidak ingin efisiensi ini meng­hambat pelayanan kepada masyarakat.

‘’Meski ada efisiensi anggaran, pela­yanan publik harus tetap optimal,’’ ujarnya.


Menurut Budi, pengu­rangan anggaran ini bukan sekadar mengurangi pe­nge­luaran, tetapi me­mastikan setiap anggaran yang digu­nakan benar-benar mem­berikan manfaat yang mak­simal.

Artinya, setiap satuan kerja harus lebih selektif dalam me­nyusun program dan ke­giatan.

‘’Kita harus me­mastikan bahwa belanja yang dilakukan berdampak langsung pada pelayanan publik dan pembangunan daerah,’’ imbuhnya.


Untuk sekarang, terang dia, efisiensi anggaran se­dang dikaji oleh desk efi­siensi anggaran dari TAPD yang terdiri dari BPKPAD, Bappeda, dan Inspektorat. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Perdin perjalanan dinas apbd efisiensi Inpres