RADARTUBAN – Mungkin bagi sebagian besar milenial, dangdut menjadi musik yang paling sering didengarkan. Terlebih, saat muncul tren musik ambyar pasca era Didi Kempot—yang dilanjutkan Denny Caknan. Dangdut menjadi musik yang lebih sering didengarkan.
Tapi ternyata berbeda dengan para Gen Z. Generasi yang tumbuh di tengah perkembangan pesat teknologi ini justru lebih familier dengan musik pop. Kemudahan streaming musik melalui aplikasi ponsel, membuat musik pop menjadi aliran yang seakan everlasting atau kekal tak kenal zaman.
Jawa Pos Radar Tuban melakukan survei pada ratusan pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Tuban. Mereka diminta mengisi aliran musik paling disukai.
Dari hasil survei para pelajar berusia 16 – 19 tahun tersebut terdata 70 persen mengaku suka musik pop, 7 persen (dangdut), 14 persen (klasik), dan 9 persen menyukai electronic dance music atau EDM.
Tumbuh beriringan dengan berbagai aplikasi musik yang banyak dikenal di semua kalangan, Gen Z memiliki banyak opsi musik untuk bisa didengarkan setiap saat. Mulai dari pop, hip-hop/rap, klasik, dangdut, EDM, hingga jaz.
Genre tersebut akan terdengar sangat familiar di kalangan pelajar, namun bukan berarti mereka selalu mendengarkan semua genre musik itu.
Pop menjadi salah satu yang paling populer di kalangan pelajar Tuban saat ini. Genre musik yang berasal dari negeri Paman Sam ini cenderung memiliki lirik dan melodi yang cenderung mudah diingat.
Kata dalam lirik lagu yang sederhana, hingga irama yang menenangkan, membuat musik ini bisa dinikmati semua kalangan dengan cepat.
Selain itu, musik dengan genre pop ini juga seringkali diputar di tempat-tempat umum, seperti kafe, warung kopi, hingga pusat perbelanjaan. Hal ini membuat kalangan muda-mudi tak akan merasa asing dengan musik dengan genre ini.
Masifnya musik pop di kalangan generasi Z, menggeser genre dangdut yang pernah booming lima tahun belakangan. Meski sama-sama lekat di telinga masyarakat, genre dangdut dinilai kurang modern bagi sebagian generasi yang masih pelajar.Meski masih ada penikmat musik dangdut, namun penggemarnya belum sebanyak genre pop.
Salah satu remaja penikmat musik, Indi Aulia, mengatakan jika dirinya lebih sering mendengarkan musik genre pop dibanding genre lainnya.
Dia mengatakan jika dirinya merasa nyaman saat mendengarkan melodi musik yang familiar di telinganya.
‘’Karena sudah sering dengar lagu genre pop, sehingga lebih menyukai genre ini. Kalau dangdut, jarang walaupun sering dengar saat datang ke hajatan, rasanya kurang melekat di telinga saja,” tuturnya. (saf/yud)
Editor : Yudha Satria Aditama