Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Semua Aliran Musik, Bagi Gen Z di Tuban: Pop Paling Asyik

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 6 Februari 2025 | 21:28 WIB
ilustrasi
ilustrasi

RADARTUBAN  – Mungkin bagi sebagian besar milenial, dangdut menjadi musik yang paling sering di­dengar­kan. Terlebih, saat muncul tren musik ambyar pasca era Didi Kempot—yang dilanjutkan Denny Caknan. Dangdut menjadi musik yang lebih sering didengarkan.

Tapi ternyata berbeda dengan para Gen Z. Generasi yang tumbuh di tengah perkem­bangan pesat teknologi ini justru lebih familier dengan musik pop. Kemudahan strea­ming musik melalui aplikasi ponsel, membuat musik pop menjadi aliran yang seakan everlasting atau kekal tak kenal zaman.

Jawa Pos Radar Tuban mela­kukan survei pada ratusan pelajar SMA/sederajat di Ka­bupaten Tuban. Me­reka dimin­ta mengisi aliran musik paling disukai.

Dari hasil survei para pelajar berusia 16 – 19 tahun tersebut terdata 70 persen me­ngaku suka musik pop, 7 persen (dangdut), 14 persen (klasik), dan 9 persen me­nyukai elec­tronic dance music atau EDM.

Tumbuh beriringan dengan berbagai aplikasi musik yang banyak dikenal di semua ka­langan, Gen Z memiliki banyak opsi musik untuk bisa di­dengarkan setiap saat. Mulai dari pop, hip-hop/rap, klasik, dangdut, EDM, hingga jaz.

Genre tersebut akan terdengar sangat familiar di kala­ngan pelajar, namun bukan berarti mereka selalu mendengarkan semua genre musik itu.

Pop menjadi salah satu yang paling populer di kalangan pelajar Tuban saat ini. Genre musik yang berasal dari negeri Paman Sam ini cenderung memiliki lirik dan melodi yang cenderung mudah di­ingat.

Kata dalam lirik lagu yang sederhana, hingga irama yang menenangkan, membuat musik ini bisa dinikmati semua kalangan dengan cepat.

Selain itu, musik dengan gen­re pop ini juga seringkali diputar di tempat-tempat umum, seperti kafe, warung kopi, hingga pusat perbelan­jaan. Hal ini membuat kala­ngan muda-mudi tak akan merasa asing dengan musik dengan genre ini.

Masifnya musik pop di ka­langan generasi Z, menggeser genre dangdut yang pernah booming lima tahun bela­kangan. Meski sama-sama lekat di telinga masyarakat, genre dangdut dinilai kurang modern bagi sebagian generasi yang masih pelajar.Meski masih ada penikmat musik dangdut, namun penggemar­nya belum sebanyak genre pop.

Salah satu remaja penikmat musik, Indi Aulia, mengatakan jika dirinya lebih sering men­dengarkan musik genre pop dibanding genre lainnya.

Dia mengatakan jika dirinya me­rasa nyaman saat mendengar­kan melodi musik yang familiar di telinganya.

‘’Karena sudah sering dengar lagu genre pop, sehingga lebih menyukai genre ini. Kalau dangdut, jarang walaupun sering dengar saat datang ke hajatan, rasanya kurang melekat di telinga saja,” tuturnya. (saf/yud)

Editor : Yudha Satria Aditama
#musik #Gen Z #pop #GenRe #asyik #persen #dangdut