RADARTUBAN – Badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Tuban memprediksi, hujan sedang hingga lebat diprediksi masih akan berlangsung hingga Maret mendatang. Kondisi atmosfer juga diprediksi masih menunjukan angin yang relatif kencang.
Kepala BMKG Tuban Muchamad Nur mengatakan, untuk saat ini dan beberapa hari ke depan, cuaca masih dominan berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang.
‘’Hujan masih akan berlangsung hingga dasarian III bulan Maret 2025 untuk Kecamatan Senori, Parengan, dan Soko. Sedangkan musim hujan hingga dasarian II bulan April 2025 akan terjadi di wilayah kecamatan selain Senori, Parengan, dan Soko,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Lebih lanjut, Nur menyampaikan, bulan Maret hingga April merupakan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. ‘’Sedangkan untuk awal kemarau 2025 masih menunggu rilis resmi dari Stasiun Klimatologi Jawa Timur,” ujarnya.
Berkaitan dengan hal itu, Nur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan siaga akan musim hujan yang masih berlangsung hingga dasarian II bulan April, serta waspada terhadap kondisi kesehatan tubuh memasuki musim pancaroba. ‘’Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca yang dibagikan oleh BMKG,” tandasanya.
Waspada Munculnya Penyakit Saat Musim Pancaroba
Seiring dengan akan datangnya musim pancaroba, tentu ada perubahan ekstrem pada suhu dan kelembaban udara. Dampak dari perubahan suhu yang ekstrem tersebut, biasanya muncul berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang berkembang lebih cepat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Esti Surahmi membenarkan bahwa musim pancaroba patut menjadi kewaspadaan bersama. Sebab, berpotensi menyebabkan penyakit seperti demam berdarah, infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan diare. ‘’Perlunya pengurasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan,” katanya.
Lebih lanjut, Esti menyampaikan, saat musim pancaroba lebih banyak menghadirkan virus dan bakteri akibat perubahan udara, dan langkah penting yang perlu dilakukan adalah menjaga ketahanan tubuh. ‘’Terpenting, hidup sehat dengan gizi seimbang,” tandasnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama