Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Musim Hujan di Tuban Diprediksi hingga April

Sugiati. • Senin, 10 Februari 2025 | 02:00 WIB
Langit Tuban sore hari terlihat berawan di atas Bundaran Patung Sembilan Kuda, Sleko, Jumat (7/2).
Langit Tuban sore hari terlihat berawan di atas Bundaran Patung Sembilan Kuda, Sleko, Jumat (7/2).

RADARTUBAN – Badan meteorologi kli­matologi dan geofisika (BM­KG) Tuban memprediksi, hujan sedang hingga lebat diprediksi masih akan berlangsung hingga Maret mendatang. Kondisi at­mosfer juga diprediksi masih me­nunjukan angin yang relatif kencang.

Kepala BMKG Tuban Mu­chamad Nur mengatakan, untuk saat ini dan beberapa hari ke depan, cuaca masih dominan berawan dan ber­potensi terjadi hujan ringan hingga sedang.

‘’Hujan masih akan berlangsung hingga dasarian III bulan Maret 2025 untuk Kecamatan Senori, Parengan, dan Soko. Sedang­kan musim hujan hingga dasarian II bulan April 2025 akan terjadi di wilayah ke­camatan selain Senori, Parengan, dan Soko,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Lebih lanjut, Nur menyam­paikan, bulan Maret hingga April merupakan masa tran­sisi dari musim hujan ke musim ke­marau. ‘’Se­dang­kan untuk awal kema­rau 2025 masih menunggu rilis resmi dari Stasiun Klima­tologi Jawa Timur,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Nur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan siaga akan musim hujan yang masih berlangsung hingga dasarian II bulan April, serta waspada terhadap kondisi kesehatan tubuh memasuki musim pancaroba. ‘’Kami juga meng­imbau masyarakat untuk terus memantau perkemba­ngan cuaca yang dibagikan oleh BMKG,” tandasanya.

 

Waspada Munculnya Penyakit Saat Musim Pancaroba
Seiring dengan akan da­tangnya musim pancaroba, tentu ada perubahan eks­trem pada suhu dan ke­lembaban udara. Dampak dari perubahan suhu yang ekstrem tersebut, biasanya muncul berbagai jenis pe­nyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang ber­kembang lebih cepat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Esti Su­rah­mi membenarkan bahwa mu­sim pancaroba patut men­jadi kewaspadaan ber­sama. Sebab, berpotensi me­nyebab­kan penyakit seperti demam berdarah, infeksi saluran per­nafasan (ISPA) dan diare. ‘’Per­lunya pengurasan sarang nyamuk dan menjaga keber­sihan,” katanya.

Lebih lanjut, Esti menyam­paikan, saat musim panca­roba lebih banyak meng­hadirkan virus dan bakteri akibat perubahan udara, dan langkah penting yang perlu dilakukan adalah menjaga ketahanan tubuh. ‘’Terpenting, hidup sehat dengan gizi seimbang,” tandasnya. (gik/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #awan #BMKG #hujan #angin