RADARTUBAN - Bagi sebagian anak muda, batik dianggap pakaian kuno dan statis. Namun, tidak bagi Risa Virgiyanti Mahanani. Menurutnya, batik adalah etnik—pakaian budaya yang patut dibanggakan. Sebab itu, generasi muda harus mencintai batik sebagai tanda kecintaan terhadap budaya bangsa.
‘’Memakai batik itu keren dan membanggakan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Cewek yang karib disapa Risa itu mengaku menyukai batik sejak kecil. Kecintaannya itu ditularkan oleh kedua orang tuanya yang merupakan kolektor batik. ‘’Kecintaan saya terhadap batik terbentuk dari lingkungan keluarga,” ujar Dara yang tinggal di Jalan AKBP Suroko Tuban itu.
Risa mengaku bersyukur, berkat rasa cintanya terhadap batik, dia dapat mengenal berbagai jenis batik. Utamanya batik gedog dan jenis-jenis batik yang lain. ‘’Mungkin pengetahuan tentang jenis batik tidak saya ketahui kalau saya tidak mencintai batik,” katanya.
Dari kecintaannya itu, mahasiswa semester 6 Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Jurusan Teknik Infrastruktur Sipil itu memberanikan diri untuk mendaftar sebagai Putri Batik Kabupaten Tuban 2024. ‘’Selain karena saya mencintai batik, keluarga juga mendukung saya untuk mendaftar, jadi saya memberanikan diri,” papar cewek 21 tahun itu.
Lebih lanjut, Risa mengaku sama sekali tidak berharap menjadi juara. Sebab, tujuannya adalah untuk berbagi pengetahuan tentang batik, dari apa yang dia ketahui. Meskipun begitu, tidak menyangka dirinya dinobatkan sebagai pemenang Putri Batik Kabupaten Tuban 2024. ‘’Sama sekali saya tidak menyangka waktu itu,” tuturnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama