RADARTUBAN – Kementerian Agama (Kemenag) Tuban kembali menggelar Anugerah Madrasah Inovasi (AMI) 2024 untuk memberikan apresiasi kepada madrasah yang berhasil meningkatkan mutu pendidikan.
AMI tahun ketiga tersebut dilaksanakan di Gedung Ma’had Bahrul Huda Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban, Selasa (11/2).
Dalam momen spesial tersebut, sebanyak 34 madrasah dari tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) menerima penghargaan AMI 2024 dari Kemenag Tuban. Penghargaan diberikan untuk kategori Literasi, Entrepreneur, dan SMART (sehat, Mandiri berprestasi, Asri, Ramah anak, dan Toleransi).
Kepala Kemenag Tuban Umi Kulsum mengatakan, Anugerah Madrasah Inovasi merupakan agenda tahunan Kemenag Tuban yang digelar sejak 2022.
Kegiatan ini, terang Umi—sapaan akrabnya, bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada madrasah di lingkup Kemenag Tuban yang berhasil melahirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas dan kreatifitas pendidikan madrasah.
‘’Kami berharap, melalui kegiatan AMI ini, madrasah terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sehingga menjadi madrasah yang unggul dan berprestasi,’’ harapannya.
Lebih lanjut, Umi berpesan kepada seluruh madrasah di Kabupaten Tuban agar menciptakan branding masing-masing. Dengan begitu, setiap madrasah memiliki ciri khas.
‘’Kami meyakini bahwa setiap madrasah selalu berusaha mem-branding lembaganya masing-masing. Ke depan, kami berharap bisa lebih inovatif lagi (dalam melakukan branding, Red),’’ katanya, sehingga madrasah semakin dikenal masyarakat.
Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Ahmad Hudan Mabruri menambahkan, AMI merupakan kegiatan untuk mengapresiasi potensi di setiap madrasah.
Proses seleksi dan penilaiannya cukup ketat. Dimulai dari pendaftaran, kemudian seleksi tahap awal, lalu visitasi lembaga, dan setelah itu baru digelar rapat untuk menentukan pemenang yang berhak mendapatkan penganugerahan.
‘’Prosesnya cukup panjang dan dengan penilaian yang cukup ketat,’’ ujarnya bahwa madrasah yang menerima penghargaan merupakan madrasah terbaik.
Diisi dengan Seminar Pendidikan
Mengusung tema Inovasi Berkelanjutan untuk Mewujudkan Madrasah Maju Bermutu Mendunia, AMI 2024 ini terasa istimewa lantaran diisi kegiatan seminar pendidikan yang menghadirkan tiga narasumber luar biasa.
Yakni, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si., Guru Besar Universitas Islam Malang (Unisma), kemudian Dr. Sugiyo, M.Pd., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, dan Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Dalam materi yang disampaikan, Guru Besar Unisma, Maskuri Bakri mengajak seluruh madrasah di Tuban untuk terus berinovasi, kreatif dan produktif agar dapat mewujudkan madrasah yang mendunia.
Prof Maskuri berharap, madrasah tidak hanya memberikan materi pada siswa, tetapi juga menomor satukan pemahaman dan inovasi. Ditegaskan dia, setiap yang diajarkan kepada siswa harus membangun critical thinking. Selain itu, juga harus dibarengi dengan imajinasi dan inspirasi. Tujuannya, mencetak calon generasi pemimpin.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Jawa Timur, Doktor Sugiyo mengingatkan seluruh guru dan perwakilan madrasah, bahwa kualitas madrasah ditentukan bagaimana sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola madrasah. ‘’SDM yang baik adalah dilandasi dengan inovasi dan terus berkarya,’’ katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Doktor Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, seiring dengan perkembangan zaman saat ini, madrasah dituntut menjadi pemenang dan berani berperang. ‘’Maka, mentalitas madrasah tidak boleh lemah,’’ pesannya.
Dalam kegiatan tersebut juga ada penyerahan Ijop ( ijin operasional ) Madrasah Ibtidaiyah (MI) BAS ( Bina Anak Sholeh) dan launching Griya Sakinah Kemenag Tuban oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Di akhir acara, juga dilaksanakan penyerahan program Kemenag Tuban kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, serta pemberian karya literasi berupa buku dari Kemenag kepada para tamu undangan yang hadir. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama