RADARTUBAN - Gua Kancing di Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding menyimpan potensi alam yang layak dikembangkan sebagai tempat wisata. Namun sayang, berkah keindahan alam yang luar biasa tersebut belum mampu dikelola dengan baik.
Gua Kancing sudah lama dikenal oleh masyarakat Tuban. Terlebih, bagi traveler yang menyukai keindahan alam. Jika ditempuh dari pusat kota Tuban, jaraknya kurang lebih 7,5 kilometer (km) atau sekitar 15 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.
Baca Juga: Viral Ribuan Orang Percaya Goa Safawardi di Tasikmalaya Bisa Tembus Mekah, Begini Faktanya
Di musim penghujan seperti sekarang ini, sepanjang perjalanan—sebelum sampai ke lokasi, pengunjung akan disuguhi hamparan perbukitan hijau yang menyejukan mata. Dan semakin sempurna saat sampai di titik lokasi—di atas bukit Gua Kancing. Alam menghampar begitu indah. Terlebih, saat pagi dan di waktu senja.
Namun sayang, berkah keindahan alam dari Sang Pencipta tersebut belum mampu dikelola dengan baik. Putra Hadi Mulyo, salah satu warga desa setempat mengamini bahwa gua yang terletak di Desa Jarum itu memiliki potensi alam yang cukup besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, alam sekitar Gua Kancing yang asri sangat cocok dijadikan tempat wisata. ‘’Pasti akan sangat bagus jika Gua Kancing ini dikembangkan menjadi tempat wisata, karena alamnya sangat mendukung,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Senada dikatakan Eko, warga lain. Sebagai warga setempat, dia sangat berharap Gua Kancing bisa dikembangkan menjadi tempat wisata alam. ‘’Kami sebagai warga sangat mendukung jika Gua Kancing dikelola menjadi tempat wisata,’’ katanya.
Meski masih sangat natural dan belum mendapat banyak sentuhan, Gua Kancing sudah sering dikunjungi oleh para traveler. Biasanya, yang paling sering, terang Eko, para pesepeda.
Saban melintasi Gua Kancing pasti mampir untuk sejenak istirahat dan menikmati keindahan alam sembari berfoto. ‘’Tapi karena memang belum dikelola sebagai tempat wisata, sehingga ala kadarnya,’’ katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Tuban Mohammad Emawan Putra membenarkan bahwa Gua Kancing memiliki potensi cukup besar jika mampu dikelola secara serius menjadi tempat wisata.
Namun, tegas dia, semua itu ada tahapannya.
‘’Minimal, harus diidentifikasi dulu, lokasi Gua Kancing berdiri di tanah milik siapa? Milik negara atau milik desa?” katanya.
Lebih lanjut, Emawan menyampaikan, jika Goa Kancing berdiri di atas tanah negara, maka akan diproyeksikan menjadi wisata oleh pemerintah.
Tapi jika lokasinya berada di atas tanah desa, maka pemerintah daerah akan mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memanfaatkan potensi tersebut sebagai tempat wisata.
Pejabat lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur itu menambahkan, upaya pembukaan wisata tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja.
Terlebih, lokasi tersebut merupakan gua ataupun tebing yang perlu memerhatikan uji keselamatan bagi wisatawan.
‘’Kita harus lakukan uji keselamatan dulu, seberapa bahayanya dan bagaimana menjaga keselamatan wisatawan agar tidak memunculkan masalah baru,’’ ujarnya.
Karena itu, lanjut dia, jika tahap-tahap tersebut telah dilalui, maka selanjutnya dapat memproyeksikan menjadi tempat wisata, seperti halnya revitalisasi Goa Kancing dengan penambahan fasilitas-fasilitas baru, membangun tenda-tenda wisata atau glamping untuk menarik minat wisatawan.
‘’Tentu, proses yang tidak sederhana ini harus mengajak masyarakat sekitar berkolaborasi untuk menyediakan jasa ataupun menjajakan oleh-oleh khas, sekaligus mengajak mereka menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan nantinya,” katanya.
Ditegaskan Emawan, jika pihak yang berwenang dalam mengelola wisata Gua Kancing adalah BUMDes ataupun Pokdarwis, pemerintah daerah juga siap mendukung dan memfasilitasi kebutuhan dari BUMDes ataupun Pokdarwis.
‘’Untuk itu, perlu diketahui terlebih dulu, lokasinya berdiri di tanah milik siapa?” tandasnya. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama