Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Melihat Potensi Goa Kancing di Desa Perunggahan Kulon Tuban, Warga Berharap Dikelola Jadi Tempat Wisata

Sugiati. • Jumat, 14 Februari 2025 | 17:30 WIB

Gua Kancing yang terletak di Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding yang memiliki potensi besar untuk dijadikan tempat wisata.
Gua Kancing yang terletak di Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding yang memiliki potensi besar untuk dijadikan tempat wisata.

RADARTUBAN - Gua Kancing di Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding menyimpan potensi alam yang layak dikembangkan sebagai tempat wisata. Namun sayang, berkah keindahan alam yang luar biasa tersebut belum mampu dikelola dengan baik.

Gua Kancing sudah lama dikenal oleh masyarakat Tuban. Terlebih, bagi tra­veler yang menyukai ke­indahan alam. Jika ditempuh dari pusat kota Tuban, ja­raknya kurang lebih 7,5 kilometer (km) atau sekitar 15 menit perjalanan meng­gunakan sepeda motor.

Baca Juga: Viral Ribuan Orang Percaya Goa Safawardi di Tasikmalaya Bisa Tembus Mekah, Begini Faktanya

Di musim penghujan se­perti sekarang ini, sepanjang per­jalanan—sebelum sam­pai ke lokasi, pengun­jung akan di­suguhi hamparan per­bukitan hijau yang me­nye­jukan mata. Dan semakin sempurna saat sampai di titik lokasi—di atas bukit Gua Kancing. Alam meng­­hampar begitu indah. Ter­lebih, saat pagi dan di waktu senja.

Namun sayang, berkah ke­indahan alam dari Sang Pen­cipta tersebut belum mampu dikelola dengan baik. Putra Hadi Mulyo, salah satu warga desa setempat mengamini bahwa gua yang terletak di Desa Jarum itu memiliki potensi alam yang cukup besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, alam sekitar Gua Kancing yang asri sangat cocok dijadikan tempat wi­sata. ‘’Pasti akan sangat ba­­gus jika Gua Kancing ini di­kembangkan menjadi tem­pat wisata, karena alam­nya sangat mendu­kung,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Senada dikatakan Eko, warga lain. Sebagai warga setempat, dia sangat ber­harap Gua Kancing bisa dikembangkan menjadi tempat wisata alam. ‘’Kami se­bagai warga sangat men­dukung jika Gua Kancing dikelola menjadi tempat wisata,’’ katanya.

Meski masih sangat natural dan belum mendapat ba­nyak sentuhan, Gua Kancing sudah sering dikunjungi oleh para traveler. Biasanya, yang paling sering, terang Eko, para pe­sepeda.

Saban melintasi Gua Kancing pasti mampir untuk sejenak istirahat dan menik­mati keindahan alam sembari berfoto. ‘’Tapi karena me­mang belum dikelola sebagai tem­pat wisata, sehingga ala ka­darnya,’’ katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Ke­­­bu­­dayaan Pariwisata Pe­muda dan Olahraga (Dis­budpo­rapar) Tuban Moham­mad Emawan Putra mem­benarkan bahwa Gua Kan­cing memiliki potensi cukup besar jika mampu dikelola secara serius menjadi tem­pat wisata.

Na­mun, tegas dia, semua itu ada taha­pan­nya.

‘’Minimal, harus di­identifikasi dulu, lokasi Gua Kancing berdiri di tanah milik siapa? Milik negara atau milik desa?” katanya.

Lebih lanjut, Emawan me­nyampaikan, jika Goa Kan­cing berdiri di atas tanah negara, maka akan diproyek­sikan menjadi wisata oleh pe­me­rintah.

Tapi jika lokasi­nya berada di atas tanah desa, maka pemerintah daerah akan mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk meman­faat­kan potensi tersebut se­bagai tempat wisata.

Pejabat lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur itu me­nambahkan, upaya pembu­kaan wisata tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja.

Terlebih, lokasi tersebut me­­ru­pakan gua ataupun tebing yang perlu memer­hatikan uji keselamatan bagi wisa­tawan.

‘’Kita harus laku­kan uji keselamatan dulu, sebe­rapa bahayanya dan bagai­mana menjaga kesela­matan wisa­tawan agar ti­dak memun­culkan masalah baru,’’ ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, jika tahap-tahap tersebut telah dilalui, maka selanjutnya da­pat memproyeksikan men­­jadi tempat wisata, seperti halnya revitalisasi Goa Kan­cing de­ngan penam­­bahan fasilitas-fasilitas baru, mem­bangun tenda-tenda wisata atau glam­ping untuk menarik minat wisatawan.

‘’Tentu, proses yang tidak sederhana ini harus menga­jak masya­rakat sekitar ber­kolaborasi untuk menyedia­kan jasa ataupun menjajakan oleh-oleh khas, sekaligus me­ngajak mereka menjadi tuan rumah yang baik bagi wisa­tawan nantinya,” katanya.

Ditegaskan Emawan, jika pihak yang berwenang da­lam mengelola wisata Gua Kan­cing adalah BUMDes ataupun Pokdarwis, peme­rintah dae­rah juga siap men­dukung dan memfasili­tasi kebutuhan dari BUMDes ataupun Pok­darwis.

‘’Untuk itu, perlu di­ketahui terlebih dulu, lo­kasinya berdiri di tanah milik siapa?” tandasnya. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wisata #GUA KANCING #potensi #Dikelola #Disbudporapar