RADARTUBAN – Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Tuban belum mencapai zero kasus. Hingga kemarin (14/2) masih tercatat sebanyak 13 hewan ternak terpapar PMK.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto mengatakan, sudah 7.000 dosis vaksin PMK telah tuntas disebarluaskan kepada peternak sapi.
Namun, jumlah tersebut masih belum cukup untuk menghilangkan wabah yang bisa memicu kematian tersebut.
Meski demikian, terang dia, beberapa hari belakangan ini tren kasusnya mulai mereda. Bahkan, sudah tidak dijumpai adanya kasus baru yang muncul pada hewan ternak. ‘’Fokus kami saat ini memulihkan kembali hewan ternak yang masih terjangkit penyakit,’’ ujar dia.
Berdasarkan data yang dihimpun DKP2KP Tuban per Jumat (14/2) kemarin. Kasus PMK di wilayah Kabupaten Tuban sejauh ini tercatat sebanyak 281 kasus. Rinciannya, 244 hewan ternak telah dinyatakan sembuh dan 13 siswanya masih sakit dan mendapatkan perawatan.
Sementara itu, ada 19 hewan ternak mati akibat wabah mematikan itu, dan 5 hewan ternak harus dipotong paksa. Sedangkan kecamatan dengan catatan kasus tertinggi, yakni Kecamatan Kerek dengan total 70 kasus.
Eko menuturkan, pekan ini DKP2P Tuban baru saja mendapatkan jatah sebanyak 29.000 dosis vaksin, dengan rincian 14.000 dosis dari pemerintah pusat yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan 15.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, ribuan dosis vaksin tersebut rencananya akan disebarluaskan mulai pekan ini, dan ditargetkan tuntas sesegera mungkin. ‘’Kami mengupayakan kasusnya bisa segera mencapai zero kasus sebelum kembali membuka pasar hewan,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama