RADARTUBAN – Belum dua bulan, proyek irigasi senilai Rp 1,9 Miliar di Desa Maibit Tuban sudah ambrol.
Kualitas proyek saluran irigasi di Desa Maibit, Kecamatan Rengel ini patut dipertanyakan.
Pasalnya, belum genap dua bulan dibangun, proyek senilai kurang lebih Rp 1,9 miliar itu sudah rusak.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sebagian titik plengsengan yang direhabilitasi menggunakan beton cetakan itu sudah ambruk.
Diduga, lantaran kualitas proyek yang tidak sesuai standar, sehingga beton yang dipasang tidak cukup mampu menahan laju air.
Baca Juga: Apa Maksud God Core dan Blokor, Tren Fashion yang Viral di Kalangan Anak Muda TikTok?
Zaenal, warga setempat yang ditemui oleh wartawan koran ini mengungkapkan, melihat kerusakan yang terjadi, kualitas bangunan saluran irigasi yang baru saja tuntas dibangun pada akhir 2024 itu memang patut dipertanyakan.
‘’Masak baru dibangun sudah rusak. Dan sepertinya juga tidak ada perencanaan yang matang. Ketika hujan deras, airnya masih meluber ke jalan,’’ katanya.
Senada diungkapkan Abdul Wahab, warga lain tidak jauh dari lokasi proyek. Disampaikan dia, proyek ini tidak mampu menyelesaikan masalah seperti yang diharapkan.
Yakni, mengatasi persoalan banjir di jalan Pasar Legi desa setempat.
‘’Saat hujan deras masih saja banjir dengan ketinggian rata-rata 10-20 centimeter,’’ katanya.
Sebagaimana diketahui, proyek bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024 senilai hampir dua miliar itu digarap oleh CV Adinda Agung Rizki.
Kontraktor tersebut melakukan pemasangan LPC atau semacam pondasi beton sebanyak 2.344 unit dan melakukan normalisasi saluran sepanjang 650 meter. Proyek tersebut tuntas dibangun pada Desember 2024 lalu.
Terpisah, Kepala Desa Maibit, Kecamatan Rengel Ahmad Ali menuturkan, sejak awal pembangunan saluran air tersebut dirinya sudah menduga proyek itu tidak akan bertahan lama.
‘’Pengerjaan proyek di waktu musim hujan sangat tidak efektif. Konstruksinya tidak akan kokoh. Apalagi saat proses pembangunannya sering kemasukan air,’’ bebernya.
Ali menyayangkan proyek yang menelan biaya hingga miliaran itu harus berakhir dengan kerusakan.
Padahal, sejak awal proyek ini dibangun bertujuan untuk menangani banjir bandang yang sudah menjadi langganan saat hujan deras turun di wilayah Desa Maibit.
‘’Semoga segera ditangani, agar persoalan banjir di sini (Desa Maibit, Red) bisa ditanggulangi ,’’ harapnya
Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Tuban Ichwan Sulistyo belum bisa dikonfirmasi. Pesan konfirmasi yang dikirim wartawan koran ini tak kunjung dijawab. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama