RADARTUBAN - Menari identik dengan aktivitas menggerakan tubuh secara ritmis dan terkoordinasi.
Terlebih, saat mengikuti irama musik. Karena itu pula, bagi sebagian orang, menari bukan hal yang mudah dan cenderung ribet.
Namun, tidak bagi Defina Suyanti. Baginya, menari adalah aktivitas yang menyenangkan dan menenangkan hati.
Cewek yang karib disapa Defina itu mengatakan, menari bukan sekadar kegiatan menggerakan tubuh, tapi juga cara mengekspresikan diri melalui gerakan.
‘’Selain itu, bagi saya menari bukan sekadar hobi tapi juga aktivitas yang selalu menenangkan hati,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: Daftar Jurusan S1 Psikologi Akreditasi Unggul dari BAN-PT di Berbagai PTN
Cewek 16 tahun itu mengatakan, menari adalah hobi yang dia gemari sedari kecil. Menurutnya, menari adalah bagian dari hidupnya sejak dulu, yang dia awali dari menyukai tari balet.
‘’Tapi, karena di sini tidak ada sanggar balet, jadi saya berpindah ke tarian tradisional,” ujarnya.
Dara yang kini duduk di bangku kelas X SMK Negeri 2 Tuban itu mengaku, sudah menguasai berbagai jenis tarian, bukan hanya tari tradisional.
‘’Selain tari tradisional, saya juga menguasai tari kontemporer dan beberapa tari kreasi yang lain,” katanya.
Karena itu, dia juga sudah dipercaya berbagai event untuk menunjukan bakat menarinya. Melalui event itu pula, keberaniannya di pupuk.
‘’Meskipun dulu saya pemalu, tapi karena menjadi penari harus berani, jadi sekarang saya enjoy saja menikmati ini,” paparnya.
Baca Juga: Jadwal Kunjungan Cristiano Ronaldo di Indonesia Besok, Ini Agendanya
Berkat keberanian dan konsistensinya, dara asal Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban itu berhasil meraih berbagai prestasi dalam bidang seni tari.
Di antara prestasi yang dia raih, juara 2 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Tuban 2022, juara 1 Lomba Tari Tunggal tingkat nasional 2023, juara 2 Festival Teater Tuban 2024 dan juara 3 National Dance Competition 2025.
‘’Saya bersyukur bisa sampai di titik ini, meski banyak rintangan yang saya hadapi dalam prosesnya,’’ tandasanya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama