Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wabah PMK di Tuban Masih Sulit Ditekan, Penutupan Pasar Hewan Diperpanjang

Andreyan (An) • Sabtu, 22 Februari 2025 | 16:30 WIB
Pasar Hewan Tuban di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding masih tampak sepi sejak wabah PMK menyerang hewan ternak di Kabupaten Tuban.
Pasar Hewan Tuban di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding masih tampak sepi sejak wabah PMK menyerang hewan ternak di Kabupaten Tuban.

RADARTUBAN – Seyogianya, Ming­­gu (23/2) ini Pasar Hewan Tuban sudah dibuka kembali. Namun, lantaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih be­lum terkendali, sehingga Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan (DK­P2P) Tuban kem­bali menge­luarkan ke­bijakan: memper­panjang penutupan pasar hewan.

Sebelumnya, penutupan pa­sar hewan dimulai sejak 28 Januari sampai 17 Fe­bruari lalu. Hanya saja, se­telah dua pekan dilakukan penutupan, jumlah hewan ternak yang terpapar virus PMK terus bertambah.

Berdasarkan data DKP2P Tuban per Jumat (21/2) kemarin, tercatat sebanyak 312 kasus PMK. Rinciannya, 28 hewan ternak masih sakit, 258 hewan ternak sembuh, 5 hewan ternak terpaksa dipotong paksa, dan 22 hewan ternak mati.

Jika dibandingkan dengan tiga hari sebelumnya, jumlah hewan yang masih sakit sebanyak 24 ekor, kemudian bertambah menjadi 28 ekor. ‘’Atas berbagai per­tim­bangan, pasar hewan belum dapat kembali dioperasi­kan,’’ ujar Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto.

Setelah menggelar evaluasi, akhirnya memutuskan untuk kembali memperpanjang masa penutupan pasar hewan sejak 18 Februari hingga 24 Februari mendatang. ‘’Cukup riskan resi­konya jika kembali membuka pasar hewan disaat kasusnya masih belum dapat ditekan,’’ bebernya.

Disinggung soal ke depannya, jika pada 24 Februari mendatang kasus PMK masih belum dapat diredam, Eko menegaskan, evaluasi akan kembali setelah sepekan perpanjangan penutu­pan pasar hewan. ‘’Tentu kami akan mem­pertimbangkan ba­nyak hal. Di samping itu, kami juga terus melakukan upaya penekanan kasusnya,’’ jelas dia.

Salah satu upaya yang dila­kukan, yakni menggencarkan vaksinasi di seluruh kecamatan. Sebelumnya, DKP2P Tuban mendapatkan 29.000 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang mulai didistribusikan ke seluruh kecamatan di Tuban.

‘’Masing-masing kecamatan mendapatkan jatah berbeda sesuai populasi ternak. Semoga melalui vaksinasi ini bisa menekan persebaran PMK di Tuban,’’ pungkasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wabah #virus #hewan ternak #PMK #penutupan #pasar hewan #sulit #diperpanjang