RADARTUBAN – Tren fashion seakan tidak lekang oleh zaman. Apa yang dulu pernah menjadi tren, kini tetiba kembali digemari—seperti siklus nostalgia.
Celana cutbray, misalnya. Celana jenis ini sempat ngetren di tahun 70-an. Modelnya, lebar dari lutut hingga bawah.
Setelah sekian lama tidak diminati, kini celana panjang menyerupai lonceng itu kembali menjadi tren di kalangan anak muda. Tentunya, dengan sentuhan yang lebih modern.
‘’Seperti nostalgia, celana cutbray kembali banyak dicari, bahkan semua kalangan,’’ kata Filda, salah satu karyawan Clarissa Boutique kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan dia, saban harinya ada puluhan orang yang memburu celana yang juga dikenal dengan nama bell-bottom atau bootcut tersebut.
‘’Alasannya, karena celana cutbray mudah dipasangkan dengan atasan berbagai macam dan masih terlihat anggun,” katanya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, celana cutbray cocok dipasangkan dengan setelan apa pun lantaran bahan kain dari celana 1970-an ini bermacam-macam, bisa berupa kain denim, kain corduroy dan kain polyester, sehingga bisa dipadukan dengan model atasan apa pun. Terutama blouse.
Sinta, karyawan Rena Factory Outlet juga menuturkan hal serupa. Selain memburu pakaian bernuansa korean style, kebanyakan pelanggan di outlet yang terletak di Jalan Pramuka itu mencari celana cutbray, karena bisa dipasangkan dengan blouse.
“Celana cutbray tidak hanya cocok untuk bergaya, tapi juga bisa dipakai untuk acara formal,” tandasnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama