“Tugas bomba lebih daripada itu, bomba ni penyelamat; kucing atas pokok, kerbau masuk parit, kuda terlepas, ular dalam rumah, semua kami selamatkan.” Dialog petugas pemadam kebakaran dalam bahasa Melayu di film Upin dan Ipin ini sepertinya sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia.
KENDATI dialog dalam film animasi asal Malaysia itu terkesan lucu dan membuat penonton tertawa. Namun, itulah faktanya—tugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api. Pun di Indonesia, termasuk di Tuban.
Sepanjang 2024, misalnya. Dari total 482 kejadian yang ditangani petugas satuan polisi pamong praja dan pemadam kebakaran (satpol PP-damkar), yang paling banyak adalah kejadian non kebakaran, yakni evakuasi ular sebanyak 223 kejadian dan evakuasi sarang tawon 120 kejadian.
Sementara penanganan kejadian kebakaran hanya 103 kasus. Selebihnya, evakuasi masuk sumur dan gorong-gorong (10 kejadian), evakuasi sapi masuk sumur (5 kejadian), melepas cincin (11 kejadian), membantu mengambil barang pengunjung wisata Pemandian Bektiharjo yang dibawa monyet (1 kejadian), dan lain-lain (5 kejadian).
Hal ini menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak sepenuhnya memadamkan api. Bahkan, salah transfer uang pun lapornya ke petugas pemadam kebakaran, bukan ke banknya langsung atau polisi. Sungguh di luar nalar, tapi itulah faktanya: petugas damkar harus bisa apa saja.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP-Damkar Tuban Sutaji mengamini bahwa kasus yang paling banyak ditangani adalah kejadian non kebakaran.
‘’Yang paling banyak adalah evakuasi ular masuk rumah dan evakuasi sarang tawon,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban, lantas tersenyum.
Disampaikan Sutaji, ular-ular yang dievakuasi itu rata-rata dari dataran tinggi yang terbawa arus, lalu masuk ke perkampungan dan rumah warga.
‘’Sejak masyarakat tahu bahwa petugas damkar juga bisa mengevakuasi ular yang masuk ke rumah, sejak saat pula—ketika ada ular masuk ke perkampungan atau rumah warga, melapornya langsung ke damkar,’’ katanya.
Pun demikian dengan sarang tawon, sejak evakuasi sarang tawon masuk pemberitaan dan viral di media sosial, sejak saat itu pula semakin banyak warga yang melapor ke damkar untuk melakukan evakuasi sarang tawon.
‘’Untuk evakuasi sarang tawon, biasanya kami lakukan saat malam hari. Karena kalau siang hari, tawon-tawon sedang mencari makan, sehingga berpotensi menyerang,’’ katanya.
Entah sejak kapan, sampai urusan melepas cincin yang sulit dilepas, handphone hingga sertifikat tanah hilang, pun yang pertama kali dihubungi adalah petugas damkar.
Dan yang paling unik lagi, baru-baru ini, seorang warga asal Bandung yang mengalami kejadian salah transfer uang ke warga Kecamatan Tambakboyo, pertama kali yang dihubungi untuk dimintai pertolongan adalah petugas damkar.
‘’Iya, itu juga ada,’’ katanya yang seakan tidak habis pikir dengan keunikan masyarakat Tuban dalam memahami tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama