Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Petugas Damkar Bisa Apa Saja: Dari Melepas Cincin hingga Salah Transfer Juga Menghubungi Damkar

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 26 Februari 2025 | 15:30 WIB

Petugas damkar menunjukkan dua ular phyton yang dievakuasi dari rumah warga.
Petugas damkar menunjukkan dua ular phyton yang dievakuasi dari rumah warga.

“Tugas bomba lebih daripada itu, bomba ni penyelamat; kucing atas pokok, kerbau masuk parit, kuda terlepas, ular dalam rumah, semua kami sela­matkan.” Dialog petugas pemadam kebakaran dalam bahasa Melayu di film Upin dan Ipin ini sepertinya sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia.

KENDATI dialog dalam film animasi asal Malaysia itu terkesan lucu dan membuat penonton tertawa. Namun, itulah fakta­nya—tugas pemadam keba­karan tidak ha­nya me­­madam­kan api. Pun di Indone­sia, termasuk di Tuban.

Sepanjang 2024, misalnya. Dari total 482 kejadian yang ditangani petugas satuan polisi pamong praja dan pemadam kebakaran (satpol PP-damkar), yang paling banyak adalah kejadian non kebakaran, yakni evakuasi ular sebanyak 223 kejadian dan evakuasi sarang tawon 120 kejadian.

Sementara penanganan kejadian ke­bakaran hanya 103 kasus. Selebihnya, eva­kuasi masuk sumur dan gorong-gorong (10 kejadian), evakuasi sapi masuk sumur (5 kejadian), melepas cincin (11 kejadian), membantu mengambil barang pengun­jung wisata Pemandian Bektiharjo yang dibawa monyet (1 kejadian), dan lain-lain (5 kejadian).

Hal ini menegaskan bahwa tugas pemadam kebakaran tidak sepenuhnya mema­dam­kan api. Bahkan, salah transfer uang pun lapornya ke petugas pemadam ke­bakaran, bukan ke banknya langsung atau polisi. Sung­guh di luar nalar, tapi itulah faktanya: petugas damkar harus bisa apa saja.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP-Damkar Tuban Sutaji mengamini bahwa kasus yang paling banyak ditangani ada­lah kejadian non keba­karan.

‘’Yang paling banyak adalah evakuasi ular masuk rumah dan evakuasi sarang tawon,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban, lantas tersenyum.

Disampaikan Sutaji, ular-ular yang dievakuasi itu rata-rata dari dataran tinggi yang terbawa arus, lalu masuk ke perkampungan dan rumah warga.

‘’Sejak masyarakat tahu bahwa petugas damkar juga bisa mengevakuasi ular yang masuk ke rumah, sejak saat pula—ketika ada ular masuk ke perkampungan atau ru­mah warga, melapornya lang­sung ke damkar,’’ katanya.

Pun demikian dengan sa­rang tawon, sejak evakuasi sarang tawon masuk pem­beritaan dan viral di media sosial, sejak saat itu pula semakin banyak warga yang melapor ke damkar untuk melakukan evakuasi sarang tawon.

‘’Untuk evakuasi sa­rang tawon, biasanya kami lakukan saat malam hari. Karena kalau siang hari, tawon-tawon sedang men­cari makan, sehingga ber­potensi menyerang,’’ katanya.

Entah sejak kapan, sampai urusan melepas cincin yang sulit dilepas, handphone hing­ga sertifikat tanah hi­lang, pun yang pertama kali di­hubungi adalah petugas damkar.

Dan yang paling unik lagi, baru-baru ini, se­orang warga asal Bandung yang me­nga­­lami kejadian salah transfer uang ke warga Kecamatan Tambakboyo, pertama kali yang dihu­bungi untuk dimintai perto­longan adalah petugas damkar.

‘’Iya, itu juga ada,’’ katanya yang seakan tidak habis pikir dengan keunikan masyarakat Tuban dalam memahami tugas pokok dan fungsi pe­madam kebakaran. (saf/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#damkar #warga #petugas pemadam kebakaran #penyelamat #Malaysia