RADARTUBAN – Operasi Keselamatan Semeru 2025 baru saja selesai digelar oleh Satlantas Polres Tuban pada Minggu (24/5) lalu. Selama dua pekan pelaksanaan operasi ketertiban lalu lintas tersebut, tercatat sebanyak 24 insiden kecelakaan terjadi di wilayah Kabupaten Tuban.
Kaur Binops (KBO) Satlantas Polres Tuban Ipda Agus Eka mengungkapkan, tercatat ada 36 pengendara baik roda dua maupun roda empat terlibat kecelakaan. Rinciannya, 2 pengendara menderita luka berat dan 34 pengendara mengalami luka ringan.
Meski jumlah korban kecelakaan selama dua pekan mencapai puluhan pengendara, namun Eka menyebut jika persentase kecelakaan menurun 27 persen jika dibandingkan Operasi Keselamatan Semeru di tahun sebelumnya.
‘’Selain kasusnya menurun, tingkat fatalitas pengendara juga menurun di Operasi Keselamatan Semeru pada tahun ini,’’ ujar dia.
Selain angka laka, selama 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru juga mencatat sebanyak 7.546 pengendara melanggar aturan berlalu-lintas. Rinciannya, 7.538 ditindak secara manual dan 8 pengendara ditindak melalui ETLE Mobile.
‘’Jumlah pengendara tak patuh lalu lintas masih cukup banyak, sekaligus menjadi bahan evaluasi pada operasi yang akan datang,’’ jelasnya.
Perwira berpangkat balok emas satu itu menyebut, pelanggar lalu lintas didominasi kategori pengendara di bawah umur yang tidak memakai helm.
‘’Kami sudah berkali-kali memberi imbauan bahkan dari sekolah ke sekolah, jika belum cukup umur tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan di jalan raya, semoga ini turut jadi atensi pihak-pihak terkait,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama