RADARTUBAN - Menjelang H-1 pelantikan kepala daerah serentak hasil Pilkada 2024 pada 20 Februari lalu, Pemkab Tuban merilis foto Bupati Aditya Halindra Faridzky dan Wakil Bupati Joko Sarwono menggunakan pakaian dinas upacara (PDU).
Foto itulah yang kemudian di-unduh oleh masyarakat Tuban sebagai foto resmi Bupati dan Wakil Bupati Tuban periode 2025-2030. Adalah Berliana Anisya Rahma, fotografer di balik tersebut.
Serupa hujan di tengah musim kemarau. Perempuan yang karib disapa Icha itu tidak pernah menyangka dipercaya melakukan pemotretan resmi terhadap orang nomor satu dan dua di Kabupaten Tuban.
Meski cukup sering memotret kegiatan Bupati Aditya Halindra Faridzky selama periode pertama menjabat. Namun, melakukan pemotretan secara resmi tidak pernah dibayangkan olehnya. Bahkan, terlintas pun tidak.
Maklum, dari sekian banyak fotografer profesional di Kabupaten Tuban, atau bahkan dari luar kota yang bisa didatangkan, dirinya tergolong baru menekuni fotografi. Sehingga, belum cukup percaya diri untuk melakukan pemotretan resmi.
Lain dipikirkan Icha, lain pula dipikirkan bupati. Mas Lindra—sapaan akrab bupati, seperti paham betul kemampuan Icha dalam hal fotografi, sehingga meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban untuk menghubungi yang bersangkutan.
‘’Saat dihubungi itu, saya benar-benar kaget dan tidak menyangka,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Dan masih saking tidak percayanya dengan kesempatan yang diberikan tersebut, menjelang hari H pemotretan, Icha sempat kembali memastikan permintaan itu kepada yang bersangkutan.
‘’Antara yakin dan tidak. Tapi juga tidak mungkin beliau bohong, tapi menjelang hari H saya tepat tanya, ‘besok benar jadi (pemotretan, Red) ya Pak?’,’’ katanya menceritakan rasa kagetnya tersebut.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang tidak datang untuk kedua kali tersebut, cewek lulusan Jurusan Fotografi Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta itu menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang, teliti, dan hati-hati betul.
Mulai dari mencari referensi, memastikan alat-alat berfungsi dengan baik, dan tentunya persiapan mental.
‘’Karena saya akan memotret orang nomor satu dan dua di daerah ini, jadi saya benar-benar pastikan segala sesuatunya, agar tidak ada kendala pada saat hari H,” katanya.
Benar saja, saat hari H pemotretan, sesi menegangkan itu terjadi. Berada dalam sebuah ruang studio, dia mengaku menjadi satu-satunya perempuan yang berhadapan langsung dengan pemimpin daerah Kabupaten Tuban tersebut.
‘’Deg-degan banget, karena di sekeliling saya itu protokol dan banyak pejabat pemerintahan, laki-laki semua,” katanya.
Peran Icha tidak hanya sekadar memotret, tapi juga mengatur gaya bupati dan wakil bupati. Mulai dari cara senyumnya, hingga bahasa tubuh saat sesi pemotretan.
‘’Sementara untuk kostum dan pemasangan atributnya, saya dibantu oleh pejabat pemerintah yang saat itu juga berada di lokasi,” ujarnya.
Alhasil, saat sesi pemotretan itu selesai, dia merasa senang dan bahagia, lantaran hasil akhirnya sesuai dengan yang diharapkan oleh berbagai pihak.
‘’Karena saya yang memotret, saya juga yang mengedit, jadi tidak menyangka hasilnya bisa diterima dan dinikmati banyak orang,” katanya.
Foto resmi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dan Wakil Bupati Joko Sarwono itulah yang kemudian dipasang di setiap kantor-kantor pemerintahan dan lembaga pendidikan di Kabupaten Tuban seusai pelantikan.
Lebih lanjut, anak bungsu dari dua bersaudara itu mengatakan, hingga di titik ini, prosesnya tidak luput dari dukungan kedua orang tuanya.
Menurutnya, yang paling ditekankan oleh orang tuanya adalah terus berusaha semaksimal mungkin, pantang menyerah, dan yang paling utama, jangan pernah mengecewakan orang lain. ‘’Selamanya, dukungan keluarga dan orang tua amatlah besar dan berarti,” ujarnya.
Dari pengalamannya dipercaya untuk melakukan pemotretan resmi oleh bupati dan wakil bupati, Icha menegaskan bahwa terpenting dalam menjalani hidup ini adalah memiliki karakter.
Baginya, karakter adalah personal branding meyakinkan seseorang. Baik karakter diri maupun karya yang dihasilkan. ‘’Karena dari situ kita bisa dikenal, dan orang tahu karya kita,’’ tandasnya. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama