Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Cabai di Tuban Semakin Tidak Terkendal, 1 Kg Cabai Hampir Setara 8 Liter Pertalite

Andreyan (An) • Minggu, 2 Maret 2025 | 16:11 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN – Bagi petani, melambungnya harga cabai adalah berkah yang selalu dinanti.

Namun bagi ibu rumah tangga, dan khususnya pengusaha warung makan, mereka selalu berharap harga cabai kembali normal. Setidaknya, sudah dua bulan ini harga cabai terpantau mahal.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban di Pasar Baru Tuban, harga cabai rawit telah masih menyentuh angka Rp 85 ribu per kilogram (kg).

Hampir setara dengan 9 liter BBM jenis pertalite yang harganya Rp 10 ribu per liter.

‘’Selama tiga hari terakhir ini harganya malah terus naik,’’ kata Budiarti, salah satu pedagang bahan pokok di pasar tradisional Jalan Gajah Mada tersebut. 

Lebih lanjut dikatakan oleh pedagang asal Desa Bejagung, Kecamatan Semanding itu, kenaikan harga cukup signifikan jika dibandingkan pekan lalu.

‘’Pekan lalu harga cabai rawit masih kisaran Rp 60 ribuan,’’ bebernya.

Sementara itu, meroketnya harga cabai rawit juga diikuti oleh jenis cabai lainnya seperti cabai keriting yang sebelumnya Rp 35 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 48 ribu.

Sedangkan harga cabai rawit hijau yang sempat turun di harga Rp 32 ribu per kg, sekarang ini naik lagi menjadi Rp 55 ribu.

Rusmiatin, pedagang lain mengatakan, minimnya suplai dari para petani lokal menjadi pemicu utama merangkaknya harga bumbu dapur dengan rasa pedas tersebut.

‘’Saat ini hanya mengandalkan stok dari luar daerah, kadang stoknya juga tidak tiap hari dikirim,’’ tuturnya.

Meski harganya melambung, namun tidak mengurangi jumlah pembeli yang datang di kiosnya.

Hanya saja, terang dia, belakangan ini konsumen cenderung lebih suka membeli cabai dengan cara mengoplosnya.

‘’Kalau dioplos antarjenis cabai, harganya cenderung lebih terjangkau,’’ ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Agus Wijaya melalui Kabid Perdagangan Diskopumdag Agus Setiawan mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan harga cabai meroket.

Salah satunya, tingginya permintaan jelang Ramadan.

Lebih lanjut dituturkan Agus, faktor lainnya, yakni cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah penghasil cabai, sehingga menyebabkan pasokan berkurang. ‘

’Beberapa daerah juga ada yang belum waktunya masa panen,’’ terang dia.

Pejabat yang berkediaman di Desa Tasikmadu itu mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan melonjaknya harga cabai. Pihaknya memastikan ketersediaan cabai masih akan tercukupi selama Ramadan hingga Lebaran.

‘’Terlebih, sekarang ini pihaknya terus melakukan monitoring pasar setiap hari,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#cabai #harga cabai #Harga Sembako #sembako