RADARTUBAN – Sebelum akhirnya dinyatakan pailit dan ditutup, mendapat kesempatan magang di PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex adalah kebanggaan bagi siswa SMK jurusan busana.
Apalagi, setelah itu diterima kerja di perusahaan tersebut.
Itu pula yang bertahun-tahun dirasakan siswa SMKN 2 Tuban. Termasuk tahun ini, sebanyak 17 siswa berkesempatan magang di perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Namun, kondisi kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Baru dua bulan magang, belasan siswa sekolah kejuruan di Jalan M. Yamin itu terpaksa pulang lebih cepat menyusul bangkrutnya pabrik tekstil di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah itu.
Sejak PT Sritex resmi menutup pabriknya atau tak beroperasi per 1 Maret lalu, dan memberhentikan 10.665 karyawannya, 17 pelajar SMK Negeri 2 Tuban yang menjalani magang di perusahaan tersebut, terpaksa dipulangkan pada Kamis (27/3) lalu.
Kepala SMK Negeri 2 Tuban Henny Indriana saat dikonfirmasi oleh wartawan koran ini, membenarkan informasi dipulangkannya para siswanya tersebut.
‘’Anak-anak sudah kembali ke Tuban, kali ini masih mencari tempat PKL alternatif lainnya,’’ ujar dia
Seharusnya, terang Henny, ketujuh belas anak didiknya akan menjalani magang di PT Sritex selama 6 bulan atau diperkirakan akan selesai pada Juni mendatang.
‘’Kurang lebih, anak-anak kelas industri baru menjalani magang selama dua bulan, sejak dimulainya pada Januari lalu,’’ ungkap Henny.
Baca Juga: Mendaki Saat Gunung Rinjani Ditutup, Pelancong Australia Dijatuhi Denda dan Masuk Daftar Hitam TNGR
Lebih lanjut dikatakan dia, sebelum mengalami pailit, PT Sritex merupakan mitra SMK Negeri 2 Tuban yang tiap tahunnya menyerap pelajar dari Kota Legen untuk berkesempatan mendapat pengalaman kerja di pabrik tekstil yang berdiri sejak 1966 tersebut.
‘’Kami sudah bermitra dengan PT Sritex sejak empat tahun lalu, atau sejak 2022, bahkan setiap tahunnya selalu ada lulusan SMK Negeri 2 Tuban yang diterima bekerja di sana,’’ tuturnya.
Menindaklanjuti pemberhentian masa magang dari PT Sritex, kini pihak SMK Negeri 2 Tuban terpaksa harus mencarikan perusahan alternatif untuk melanjutkan masa magang dari 17 siswanya.
Dua perusahaan telah dilakukan penjajakan, yakni CV Tamer House yang beralamatkan di Kecamatan Cerme, Gresik diperuntukan untuk 4 siswa, dan perusahan Maju Mapan Konveksi Surabaya sebanyak 13 siswa.
‘’Semoga penggantian tempat magang ini tidak memengaruhi fokus peserta didik dalam menjalani program PKL,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama