RADARTUBAN – Merosotnya okupansi atau tingkat hunian hotel di bulan Ramadan adalah hal yang lumrah. Itu pula yang dirasakan sejumlah hotel di Tuban.
Sejak diberlakukannya kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah dan memasuki Bulan Suci, tingkat okupansi hotel di Kota Legen merosot tajam. Rata-rata hanya 20-25 persen dari total kamar yang tersedia.
‘’Benar, (sejak adanya kebijakan efisiensi anggaran dan memasuki bulan Ramadan ini, Red) okupansi hotel kami sedang tidak oke,’’ kata sales marketing executive Front One King Hotel, Nita kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Sementara itu, biaya operasional hotel terus berjalan, termasuk gaji karyawan. Untuk menyiasati problem tersebut, Front One King Hotel berusaha menggaet konsumen dengan membuka menu paket bukber.
Terpisah, Eka, front office Hotel Charis juga mengatakan hal sama.
Sejak kebijakan efisiensi anggaran diterapkan, dan sekarang memasuki bulan Ramadan, hotel tempatnya bekerja semakin lesu. Bahkan, tingkat okupansinya hanya 4-5 persen saja.
Sama seperti strategi yang dilakukan Front One King Hotel, Hotel Charis juga menyiasati kondisi lesunya tingkat hunian selama Ramadan ini dengan menyediakan paket menu buka bersama.
‘’Kami berharap dengan tersedianya paket bukber bisa menjadi salah satu solusi dari rendahnya tingkat hunian di sini,” tandasnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama