Menghadirkan nuansa klasik, memanjakan pengunjung dengan suasana yang menenangkan, diiringi lagu-lagu zaman dulu, dan berbagai pernak-pernik estetik, menjadi daya tarik kafe bernuansa vintage di Tuban. Pengunjung yang datang serasa diajak berwisata masa lampau.
SELAIN menghadirkan nuansa klasik, pengunjung juga diajak menuju lorong waktu ke masa lalu dengan menu-menu tradisional, seperti rondo royal, pisang goreng, kacang hijau, es podeng, tempe gimbal, dan makanan-makanan sejenis lainnya. Adalah Kedai Sandang Pangan, salah satu kafe di Kota Legen dengan konsep vintage.
‘’Saya ingin pengunjung yang datang bisa melihat, menikmati, dan merasakan kesan-kesan masa lampau,’’ kata Ferry Jazzy, pemilik Kedai Sandang Pangan kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Selain dari bangunan, desain vintage juga tampilkan melalui berbagai hiasan dinding ataupun barang-barang antik masa lalu yang dipajang, seperti radio, kaset klasik, televisi kuno dan piringan antik yang berjejer rapi.
‘’Beberapa barang memang koleksi saya pribadi, tapi beberapa lainnya saya beli barang-barang antik bekas, karena memang saya suka koleksi barang antik,” ujarnya.
Menurut pria 40 tahun itu, sebagian besar pengunjung kafe adalah anak muda. Rata-rata, mereka tertarik dengan konsep vintage. ‘’Hampir 70 persen, pengunjung memang dari anak muda,” katanya.
Selain sebagai tempat nongkrong, kafe yang terletak di Jalan Wage Rudolf Supratman itu juga biasanya digunakan sebagai tempat foto anak-anak muda, sembari mengenakan pakaian zaman dulu. Baik foto sendiri maupun berkelompok.
‘’Biasanya mereka foto year book, perpisahan sekolah begitu,” ujarnya.
Terpisah, Nini pemilik Kafe Redjeki juga mengatakan hal senada, konsep vintage yang dia usung mampu menarik minat pengunjung, utamanya para anak muda untuk sekadar datang dan nongkrong.
‘’Sengaja kami konsep begitu, karena lebih simple atau sederhana,” katanya.
Selain itu, untuk mendukung konsep zaman dulu yang sengaja dia rancang, kafe ini juga menggunakan alat makan kuno, seperti piring dan gelas zaman dulu.
‘’Memang kami mengusung konsep kedai kopi tradisional, jadi alat makannya juga pakai yang zaman dulu,” tandasnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama