RADARTUBAN – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Rengel dan Plumpang selama hampir sepakan lalu, tidak hanya menyisakan endapan lumpur dan gulungan sampah yang terset bah.
Beberapa titik jalan poros desa juga tampak mengalami kerusakan cukup parah.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, di jalan raya Rengel-Widang, tepatnya di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang, misalnya, Minggu (9/3) tampak menyisakan lubang menganga dan aspal mengelupas di sejumlah titik pasca terendam banjir.
Di sepanjang jalan tersebut, para pengendara yang melintas terpaksa harus mengurangi kecepatan untuk menghindari banyaknya jalan berlubang.
Ansori, warga Desa Plandirejo mengungkapkan, hampir saban diterjang banjir, jalanan di desa setempat selalu rusak. Dari aspal mengelupas yang hampir merata hingga lubang yang cukup dalam.
‘’Entah saking derasnya arus airnya atau kualitas aspalnya yang kurang baik, setiap banjir pasti rusak,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Bahkan, lanjut dia, karena terlalu lama menunggu perbaikan dari pemerintah daerah, beberapa warga secara sukarela bergotong-royong menambal lubang jalan dengan urugan pedel. Namun, upaya itu tidak bertahan lama.
‘’Setelah ditambal, ketika hujan rusak lagi,’’ bebernya.
Lebih lanjut dikatakan oleh petani berusia 44 tahun itu, dirinya maupun warga setempat khawatir dengan kondisi jalan berlubang yang dibiarkan menganga berkepanjangan.
‘’Dikhawatirkan ada korban pengendara yang jatuh, sebab jika malam hari kondisinya minim penerangan,’’ tuturnya.
Senada yang dikatakan Marto, warga setempat lainnya. Dia menuturkan, sejak banjir kerap melanda wilayah tersebut, kerusakan jalan semakin parah.
‘’Kami sebagai masyarakat berharap segera ada perbaikan dari pemerintah,’’ katanya.
Terpisah, Camat Plumpang Saefiyudin mengatakan, persoalan untuk penyelesaian banjir dan jalan rusak di titik tersebut sudah menjadi atensi setiap tahunnya. Terlebih, wilayah tersebut tergolong titik rawan genangan banjir.
‘’Persoalan jalan rusak sudah kami laporkan kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama