Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lagi, TMA Bengawan Solo Merangkak Naik, Setelah Hujan Lebat Dua Hari Berturut-turut

Andreyan (An) • Selasa, 11 Maret 2025 | 19:30 WIB

 

Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Belum kering sisa banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Rengel dan Plumpang sepekan lalu.

Senin (10/3), warga desa di sepanjang bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kembali diminta waspada.

Itu menyusul hujan lebat yang mengguyur selama dua hari berturut-turut dari hulu hingga hilir. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengatakan, tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo mengalami kenaikan cukup drastis dalam waktu semalam.

‘’Kenaikannnya (TMA) cukup cepat karena hujan deras dari pagi hingga malam, dan ditambah kiriman air dari hulu,’’ katanya.

Berdasar data TMA di papan duga Babat kemarin sore pukul 16.00, ketinggian air sudah menyentuh angka 8.38 meter.

Di atas siaga hijau dan hampir menyentuh siaga kuning dengan ketinggian minimum 8.41 meter.

Tren kenaikan TMA sungai yang bermuara di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu mulai terdeteksi sejak kemarin pagi, dan terus merangkak naik hingga tadi malam.

Disampaikan Sudarmaji, masih tingginya curah hujan yang berlangsung selama beberapa hari mendatang berpotensi menyebabkan ketinggian air terus naik.

‘’Kami terus melakukan pemantauan ketinggian air secara berkala untuk menyiapkan langkah evakuasi jika bencana lagi,’’ bebernya.

Baca Juga: Ribuan Orang Tewas Dalam Bentrokan Massal, Presiden Suriah Serukan Persatuan di Tengah Kekerasan Pesisir

Sebelumnya, BPBD Jawa Timur juga mengeluarkan surat kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan terhitung mulai 7-16 Maret mendatang.

Surat bernomor 300.2.3/0757/208.2/2025 itu di tujukan terhadap 22 wilayah di Jatim termasuk Kabupaten Tuban.

Mantan Camat Grabagan itu menuturkan, jika merujuk pada prediksi awal, puncak musim hujan seharusnya sudah berlalu pada akhir Februari lalu.

Namun, ternyata curah hujan masih cukup tinggi hingga pekan pertama Maret.

‘’Seharusnya, awal Maret ini curah hujan sudah mulai mereda, tapi ternyata masih tinggi,’’ jelas dia.

Menindaklanjuti adanya imbauan tanggap bencana dari BPBD Jatim tersebut, BPBD Tuban akan senantiasa mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap cuaca ekstrim dan bencana alam yang masih mengintai.

‘’Khususnya untuk warga bantaran sungai agar selalu siaga terhadap potensi banjir,’’ tandasnya. (an/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#banjir #Bengawan Solo #BPBD Tuban