Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gegara Minyakita, Kini Beralih ke Minyak Curah

Andreyan (An) • Sabtu, 15 Maret 2025 | 16:30 WIB

 

 

Photo
Photo

RADARTUBAN – Kecemasan konsumen minyak goreng merek Minyakita menjalar hingga Tuban. Itu menyusul ditemukannya kemasan minyak yang tidak sesuai takaran di sejumlah pasar tradisional di Tuban.

Beberapa hari lalu, misalnya.

Petugas dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban menemukan kecurangan takaran di Pasar Pramuka.

Minyak kemasan yang semestinya 1 liter, setelah dicek ternyata tidak sesuai kemasan. Hanya 950 mililiter.

Minyak merek Minyakita itu diproduksi oleh PT Oliendo Amana Sejahtera yang beralamat Sidoarjo, Jawa Timur. 

Baca Juga: Peringati 12 Tahun Kepemimpinan Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Tim Medis Beri Kejutan Kecil

Selain kemasan plastik, minyak merek Minyakita kemasan botol juga tidak sesuai dengan takaran. Yang semestinya 1 liter, ternyata hanya 980 mililiter.

Beda dengan kemasan plastik yang diproduksi perusahaan di Sidoarjo, yang kemasan botol diproduksi oleh PT Kusuma Mukti Remaja, Karanganyar, Jawa Tengah.

‘’Selama ini saya beli Minyakita, berarti selama ini tidak sesuai takaran. Negara ini memang kacau. Setelah kasus korupsi Pertamina, sekarang minyak, entah habis ini apa lagi,’’ kata Revan, salah satu konsumen Minyakita.

Senada disampaikan Salfa, konsumen Minyakkita lainnya.

Gegaran terbongkarnya praktik curang tidak sesuai takatan, kini ibu satu anak itu tak lagi membeli minyak goreng merek Minyakkita.

‘’Mending beli minyak curah saja, lebih jelas takarannya,’’ katanya penuh emosi melihat negara ini banyak korupsi.

Sementara itu, temuan Minyakita di Tuban yang tidak sesuai takaran ini turut memantik kegeraman anggota Komisi III Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Tuban Luqmanul Hakim.

‘’Jika perlu, dihentikan produsennya dan ditarik dari peredaran, karena takarannya tidak sesuai label yang tertera di produk,’’ ujar dia.

Politikus Partai Nasdem itu menuturkan, sidak dan pengecekan takaran juga perlu dilakukan terhadap merek minyak lain yang beredar di masyarakat.

‘’Tidak menutup kemungkinan merek lainnya juga menjalankan praktik serupa,’’ katanya sebagai bentuk antisipasi.

Anggota dewan yang akrab disapa Luki itu menambahkan, selain praktik takaran yang temukan tidak sesuai, di pasaran juga masih dijumpai harga jualnya melebihi harga eceran tertinggi (HET).

‘’Pengawasan harga jualnya harus dipastikan juga. Takaran sudah dikurangi, harga jualnya pun di atas HET. Ini buruk sekali,’’ tandasnya. (an/tok)

 

 

 

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#minyakita botolan #Minyakita di Pasar #MinyaKita