RADARTUBAN - Pernyataan pendiri Apple Computer, Steve Jobs yang menyatakan bahwa ada ketidaksesuaian antara tujuan awal pencipataan awal teknologi dengan prilaku manusia hari ini, terbukti benar. Banyak orang yang sudah merasakan demikian.
Terbaru, generasi muda mengaku lebih boros saat melakukan pembayaran non tunai menggunakan teknologi ketimbang cash.
Tiktin Khotimah, 23, mengungkapkan, belakangan ini dirinya lebih memilih melakukan pembayaran langsung atau tunai ketimbangan cashless.
Alasannya, pembayaran cashless seperti halnya aplikasi QRIS ternyata membuat kebiasaan belanja semakin berlebih. Dan semua itu akibat kemudahan akses yang tanpa disadari. Sehingga membuat manusia semakin konsumtif.
‘’Melakukan pembayaran cashless ternyata lebih boros dan sering kalap (kebablasan) karena tidak bisa menghitung pengeluarannya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Lebih lanjut, cewek yang karib disapa Tiktin itu menyampaikan, pembayaran secara tunai lebih bisa mengontrol pengeluaran, sehingga tidak boros seperti halnya cashless.
‘’Awalnya memang memberikan kemudahan, tapi lambat laun ternyata memicu kebiasaan belanja berlebih,’’ tandasnya.
Terpisah, Tias Puji Pertiwi juga mengungakpan hal serupa. Setelah mengetahui dampak negatif pembayaran cashless, cewek 23 tahun ini perlahan kembali ke pembayaran tunai.
‘’Awal-awal memang tidak sadar, tapi sekarang saya sadar (pembayaran cashless membuat orang lebih boros, Red). Sedangkan tunai lebih terkontrol,’’ katanya.
Diakui dia, pembayaran cashless memudahkan seseorang dalam melakukan transaksi. Walakin, lama-lama mengubah gaya hidup lebih boros. Dan sejak dirinya sadar, perlahan kembali ke pembayaran tunai.
Terpisah, Siti Lailatul Mu’anisah, pemilik bisnis fashion and beauty membenarkan bahwa belakangan ini banyak yang kembali ke pembayaran tunai. ‘’Meski kami juga menyediakan pembayaran cashless, tapi 80 persen pembeli melakukan pembayaran secara tunai,” katanya.
Amel, karyawan Belikopi juga mengamini bahwa tidak semua generasi muda melakukan pembayaran non tunai. ‘’Kalau di sini (Belikopi) sih fifty fifty (antara tunai dan non tunai, Red),’’ katanya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama