RADARTUBAN – Hampir semua tempat wisata di Tuban selama Ramadan ini ikut “perpuasa”. Itu menyusul jumlah kunjung yang menurun drastis dibanding hari biasa.
Bahkan, sebagian pengelola wisata memilih tutup ketimbang rugi menanggung biaya operasional.
Salah satu yang masih buka, yakni wisata Pelang di Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak. Ketua Pokdarwis Pelang Agus Susanto mengatakan, jumlah pengunjung saban harinya hanya hitungan jari.
Sekalipun akhir pekan, juga tidak jauh beda.
‘’Sepi sekali, tapi masih buka,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban Senin (17/3).
Kondisi ini, terang dia, sudah biasa saban tahun.
Karena itu, sedari awal usdah dilakukan manjerial.
Termasuk mengurangi jumlah pegawai selama Ramadan.
‘’Memasuki Idul Fitri langsung naik drastis,’’ katanya.
Selain Pelang, wisata yang masih buka adalah Air Terjun Nglirip.
Meski jumlah pengunjungnya sangat minim, tapi tidak ada rencana untuk menutup.
‘’Setiap tahun memang begitu, puasa kami tetap buka meski pengunjungnya sedikit,’’ ujar Ketua Ketua Pokdarwis Multazam Daut.
Berebeda dengan Pelang dan Air Terjun Nglirip yang masih buka, pengelola wisata Pantai Semilir di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu memutuskan untuk sejak 1 Maret atau awal Ramadan.
Tempat wisata di jalur pantura ini baru kembali beroperasi saat Idul Fitri nanti.
‘’Pantai Semilir ini operasional setiap harinya sangat tinggi. Jumlah pengunjung yang turun drastis selama Ramadan tidak cukup untuk operasional keseluruhan, sehingga lebih baik tutup’’ ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Semilir Asmaul Husna. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama