RADARTUBAN - Ada yang bilang, nostalgia itu mahal. Tapi di Randu Gedhe Pasar Kawak, nostalgia malah bisa dibeli pakai uang keping. Acara Randu Gedhe Pasar Kawak digelar di Situs Kamdawa Dusun Cungkup, Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Tuban.
Acara ini hadir sebagai wadah nostalgia buat kamu yang rindu jajanan tradisional zaman dulu, dan sekaligus ngenalin keberadaan situs sejarah Kamdawa Randu Gedhe yang selama ini mungkin tersembunyi di balik kesibukan modern.
Di sini, tradisi ketemu inovasi, karena transaksi nggak pakai uang biasa, melainkan uang keping yang udah disiapin panitia. Unik, kan?
Suasana di pasar ini bener-bener bikin balik ke masa lampau. Begitu melangkah ke area acara, kamu bakal disuguhin aroma harum jajanan khas yang bikin lidah bergoyang.
Di sana, pedagang nggak cuma jualan makanan, tapi juga menyapa dengan logat manuis yang bikin kamu merasa lagi nongkrong di warung tegal.
Gablok, tiwul, lenting, dan jajanan tradisional lain dipajang rapi di meja kayu usang, lengkap dengan pernak-pernik khas pasar tempo dulu.
Sistem pembayaran pakai uang keping bikin semuanya tambah seru—seolah-olah kamu lagi main peran jadi pedagang atau pembeli di zaman dahulu kala.
Selain soal kuliner, acara ini juga punya misi lain: mengenalkan Situs Kamdawa Randu Gedhe ke masyarakat luas. Situs ini punya nilai sejarah yang penting, tapi mungkin belum banyak yang tahu keberadaannya.
Kalo kamu tanya, “kenapa harus pakai uang keping?” Jawabannya simpel: biar suasana makin autentik dan nggak serasa komersil. Di tengah zaman yang serba modern, kehadiran konsep ini jadi pelipur lara yang mengingatkan kita bahwa kesederhanaan itu indah.
Jadi, acara Randu Gedhe Pasar Kawak ini bukan cuma ajang jajan, tapi juga tempat kita merayakan warisan budaya dengan cara yang fun dan mengalir, tanpa ribet dan berlebihan. Jadi, siapa yang kemarin sempat mampir ke sini?
Atau jangan-jangan malah baru tahu kalau acara seru kayak gini ada di Tuban? (*)
Editor : Yudha Satria Aditama