Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengapa di Tuban Banyak Becak? Begini Cerita dan Penjelasan Di Baliknya

M. Afiqul Adib • Selasa, 18 Maret 2025 | 18:32 WIB
Tukang becak tengah menunggu untuk mendapatkan penumpang di Parkiran Kebonsari, Senin (6/1).
Tukang becak tengah menunggu untuk mendapatkan penumpang di Parkiran Kebonsari, Senin (6/1).

RADARTUBAN - Kalau kamu pernah ziarah ke makam Sunan Bonang di Tuban, pasti nggak asing sama pemandangan becak yang wara-wiri di sekitar area wisata religi ini.

Becak di sini bukan sekadar alat transportasi, tapi udah jadi bagian dari atmosfer khas yang bikin suasana ziarah makin berasa tradisional.

Di tengah era kendaraan listrik dan ojek online yang makin merajalela, becak di kawasan Sunan Bonang tetap setia dengan gaya klasiknya: dikayuh pakai tenaga manusia, bukan pakai motor.

Iya, abang-abang becaknya masih mengandalkan kekuatan betis dan stamina buat mengantar penumpang dari titik parkir atau terminal menuju kompleks makam.

Bentuknya juga khas. Becak di sini umumnya lebih besar dibanding becak di daerah lain, supaya muat lebih banyak penumpang atau rombongan peziarah yang biasanya datang berkelompok. Kan nggak seru kalau satu orang naik becak, yang lain jalan kaki di belakang.


Saking populernya becak di area ini, jumlahnya pun nggak sedikit. Mereka berjajar rapi di sekitar pintu masuk, siap mengantar siapa saja yang mau berziarah tanpa perlu capek jalan kaki.

Meski begitu, abang-abang becaknya tetap saling menghormati soal giliran. Mereka tahu bahwa rezeki sudah ada yang ngatur, jadi nggak ada tuh rebutan atau sikut-sikutan antar tukang becak.


Dulu, rute becak di sekitar Sunan Bonang mungkin nggak terlalu panjang. Tapi sekarang, dengan perkembangan kota dan makin banyaknya wisatawan, jalur yang harus mereka tempuh pun makin jauh.

Tapi jangan salah, meskipun rutenya nambah, semangat abang-abang becak ini tetap nggak luntur. Mereka tetap ngegowes dengan penuh semangat, kadang sambil bercanda dengan penumpang atau cerita sejarah tentang Sunan Bonang.

Jadi, kalau kamu main ke Tuban dan mampir ke makam Sunan Bonang, jangan ragu buat nyobain becak ikonik ini.

Selain lebih santai, kamu juga ikut membantu perekonomian lokal. Dan siapa tahu, sepanjang perjalanan, kamu bisa dapat cerita seru dari si abang becak yang mungkin nggak bisa kamu temukan di Google. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Sunan Bonang #becak #transportasi #Kompleks Makam #ziarah