RADARTUBAN – Dalam dua tahun terakhir, SMAN Bancar mengalami transformasi besar yang membawa dampak positif bagi seluruh warga sekolah.
Sejak dipimpin Anik Sulistiyowati, sekolah yang berada di wilayah paling barat Kabupaten Tuban ini berubah menjadi lingkungan pendidikan yang bersih dan nyaman. Sehingga memunculkan semangat belajar bagi peserta didik.
Kepala SMAN Bancar Anik Sulistiyowati, M.Pd, selama ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang disiplin, teliti, dan punya perhatian besar terhadap lingkungan.
Dia meyakini bahwa lingkungan sekolah yang bersih dan tertata rapi merupakan fondasi penting dalam menciptakan kenyamanan belajar serta membangun karakter siswa yang positif.
Perubahan ini tak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dalam atmosfer belajar yang semakin kondusif dan prestasi siswa yang semakin meningkat.
‘’Ketika lingkungan sekolah bersih, siswa datang ke sekolah dengan hati yang lebih gembira. Guru pun mengajar dengan lebih semangat. Semua jadi saling mendukung untuk tumbuh dan berprestasi,” tutur Anik kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Kebersihan SMAN Bancar itu, kata Anik, selaras dengan program Gerakan Sekolah Bermural dan Berkarakter (GSBB) yang diinisiatif Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Melalui program tersebut, sekolah secara rutin melibatkan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk bekerja sama menjaga kebersihan sekolah.
‘’Setiap kelas juga diberi tanggung jawab menjaga kebersihan area tertentu di lingkungan sekolah,’’ ungkapnya.
Program ini sukses membangun kesadaran kolektif di kalangan siswa akan pentingnya menjaga lingkungan bersama.
Dengan demikian, siswa memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk belajar hingga mencetak sejumlah prestasi membanggakan di kompetisi voli, gateball, duta antinarkoba, serta Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Selain siswa, para guru pun merasakan dampak positif dari perubahan ini. Siswa lebih fokus untuk belajar dan betah di kelas. Tak kalah membanggakan SMAN Bancar juga dipercaya menjadi pelaksana progam sekolah double track (DT).
‘’Seluruh warga sekolah kini jadi terbiasa tidak membuang sampah sembarangan. Setiap kelas sekarang punya tempat sampah terpilah, dan kita jaga supaya tetap bersih,” jelas pendidik yang juga Plt Kepala SMAN 2 Tuban ini.
Kebersihan lingkungan juga menjadi pintu masuk untuk membangun karakter siswa yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, Anik menanamkan nilai-nilai kerja sama, kepedulian, serta rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.
Tak berhenti di sana, Anik juga menjalin kerja sama dengan komite sekolah, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) dan warga sekitar untuk mendukung program-program sekolah.
Dengan semangat gotong royong, beberapa fasilitas diperbaiki, area hijau diperluas, dan sekolah kini memiliki sudut-sudut taman yang indah dan terawat.
Kini, SMAN Bancar tidak hanya dikenal sebagai sekolah negeri di wilayah perbatasan, tetapi juga sebagai sekolah yang berhasil membangun lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan berdaya saing. (yud)