Ramadan belum usai, dan ada satu buah yang hampir tak pernah absen dari meja buka puasa: kurma, atau dalam nama ilmiahnya Phoenix dactylifera. Buah manis yang berasal dari kawasan Timur Tengah ini bukan hanya populer karena tradisi, tapi juga karena segudang manfaat yang dimilikinya.
KURMA dikenal sebagai pilihan ideal untuk berbuka puasa. Kandungan gula alaminya mampu membantu mengembalikan energi tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Tak heran jika hanya dengan beberapa butir kurma, tubuh terasa lebih segar dan siap menerima asupan makanan lain.
Lebih dari sekadar camilan khas Ramadan, kurma adalah sumber nutrisi yang luar biasa. Maka tak ada salahnya jika buah ini terus dikonsumsi meski Ramadan telah usai.
Salah satu manfaatnya diabadikan dalam tulisan El Bana (2018) berjudul Palm Dates Tree, Cultivation, Benefits, and Agriculture Development: A Review Article.
Tertulis dalam jurnal itu, kurma menjadi tumbuhan yang dibudidayakan lebih dari 8 ribu tahun di wilayah Timur Tengah.
Buah yang manis ini telah menjadi makanan pokok di negara Arab dan Lembah Indus selama ribuan tahun lalu.
Ini dibuktikan dengan temuan arkeologis tentang budidaya kurma di Mehrgarh sekitar 7000 Sebelum Masehi dan juga di Arabia bagian Timur sekitar tahun 5530 SM dan 5320 SM.
Orang-orang mesir kuno menggunakan buah ini untuk membuat wine kurma dan memakannya saat panen.
Pun dengan orang-orang Ibrani kuno juga melakukan hal serupa. Menjadikan kurma sebagai cuka anggur, roti, dan kue. Mereka juga menggunakan biji kurma untuk menggemukkan ternak-ternaknya.
Berdasarkan jurnal penelitian yang ditulis oleh Puteri, dkk (2022) berjudul The Privileges of Dates In The Al Qur’an From The Perspective Of Health Sciences menyebut, jika kurma mengandung karbohidrat, mineral yang penting untuk tubuh, gula, lemak, serat selulosa, vitamin A, vitamin B1, B2, B3, dan masih banyak lainnya.
Masih dalam jurnal yang sama, buah kurma memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Khasiat paling ringan yakni menyuplai energi saat berpuasa.
Manfaat luar biasa lainnya meliputi mencegah serangan jantung, mencegah pendarahan rahim, melindungi kulit dari infeksi, hingga menurunkan level kolesterol dalam tubuh.
Tak hanya bisa dikonsumsi dalam bentuk buah saja, kurma juga dapat dijadikan berbagai olahan produk makanan, mulai dari susu kurma, kurma yang dibalut coklat, kue, dan lain sebagainya.
Banyaknya khasiat yang terkandung di dalam kurma dapat memberikan berbagai macam manfaat untuk semua orang. Bukan hanya dikonsumsi oleh orang-orang dewasa dan remaja saja, buah ini pun aman dikonsumsi oleh anak-anak. (saf/yud)
Jenis-Jenis Kurma:
- Kurma ajwa: memiliki warna yang lebih gelap dengan tekstur yang lembut dan rasa yang unik seperti rasa toffee dan karamel.
- Kurma sukkari: memiliki rasa manis dengan tekstur lembut yang akan meleleh didalam mulut.
- Kurma barhi: memiliki tekstur yang creamy dan lembut serta rasa yang unik seperti makanan manis yang terbuat dari gula merah dan mentega.
- Kurma halawi: bertekstur lembut dan kenyal disertai dengan rasa manis seperti madu.
- Kurma medjool: dijuluki sebagai king of dates karena ukurannya yang besar dan rasanya yang seperti karamel.
- Kurma thoory: teksturnya yang renyah dengan rasa manis dipadu dengan sedikit rasa kacang.
- Kurma khudri: memiliki tekstur yang sedikit kenyal dengan warna coklat tua serta rasanya yang manis.
Manfaat untuk Kesehatan:
- Mencegah penyakit kardiovaskular: kandungan asam salisilat dalam buah ini mampu mencegah proses terjadinya pembekuan darah dalam tubuh.
- Menyuplai kebutuhan energi saat berpuasa: fruktosa alami yang cepat diserap oleh tubuh menjadikan buah ini bermanfaat untuk mengembalikan energi dan mengatasi kelelahan
- Melindungi kulit dari infeksi: vitamin B6 dan protein yang terkandung dalam kurma dapat berfungsi mencegah dermatitis dan membuat warna kulit menjadi lebih terlihat segar.
- Membantu melancarkan pencernaan: banyaknya serat yang terkandung dalam kurma dan juga karbohidrat kompleks dapat membantu melancarkan pencernaan hingga menjaga keseimbangan bakteri baik yang ada dalam usus.
- Mengendalikan kadar gula darah: indeks glikemik kurma yang rendah menjadikan buah ini aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, sehingga tidak menimbulkan lonjakan kadar gula darah dalam tubuh.