RADARTUBAN - Berbeda dengan sejumlah daerah lain dan Korlantas Polri yang memprediksi puncak arus mudik pada 28 Maret mendatang, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban memprediksi puncak arus mudik di wilayah Kabupaten Tuban akan terjadi lebih awal, yakni pada 26 Maret.
Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan menjelaskan, pekan depan, yakni 23 Maret, sebagian besar pekerja, aparatur sipil negera (ASN), dan mahasiswa luar kota sudah mulai libur.
Dari arah Jakarta dan Surabaya diperkirakan kendaraan pengangkut pemudik mulai meningkat pada 25-26 Maret mendatang.
‘’Apalagi, ditambah dengan adanya program angkutan mudik gratis dari arah Jakarta yang juga mulai akan diberangkatkan pada 26 Maret, kepadatan kendaraan diperkirakan akan terjadi pada tanggal tersebut,’’ ungkap dia.
Lebih lanjut dikatakan Imam, jalur mudik wilayah Tuban merupakan akses jalur tengah melintasnya kendaraan pemudik dari arah Jakarta, Semarang, dan Surabaya.
‘’Mulai pekan depan, para petugas pemantau arus mudik sudah mulai disiagakan di beberapa titik,’’ tuturnya.
Terpisah, Kaur Binops (KBO) Satlantas Polres Tuban Ipda Agus Eka mengatakan, dalam menghadapi mudik lebaran tahun ini, empat titik lokasi pos pengamanan dan pelayanan akan didirikan untuk membantu dan melayani para pengguna jalan.
Pos pelayanan akan didirikan di sekitar Alun- Alun Tuban.
Sementara itu, pos pengamanan didirikan di perbatasan Jawa Timur (Jatim)-Jawa Tengah (Jateng) persisnya di Jalan Raya Bancar, sekitar Taman Hutan Kota Abhipraya dan ruas jalan sekitar lokasi wisata Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang.
Perwira berpangkat balok emas satu itu menuturkan, langkah antisipasi kemacetan melalui rekayasa lalu lintas akan diterapkan, terutama jika terjadi kemacetan di wilayah pusat Kota Tuban.
‘’Situasional saja, jika normal maka tidak ada rekayasa lalu lintas. Tapi jika ada kemacetan maka kendaraan dari arah Surabaya maupun Semarang akan kami alihkan melintasi ringroad,’’ terang dia.
Sementara itu, berdasarkan prediksi Dirlantas Polda Jatim Kombes Komarudin melalui siaran pers pada Minggu (16/3) menuturkan, lonjakan pemudik pada lebaran tahun ini kemungkinan meningkat. Menurutnya Jatim merupakan wilayah kedua setelah Jawa Tengah yang menjadi tujuan akhir pemudik.
‘’Kami melihatnya dari pertumbuhan kendaraan di Jatim saja, dalam kurun waktu 2024 pertumbuhan kendaraan bertambah sebanyak 842.221 kendaran baru, ini belum termasuk daerah lain di luar Jatim,’’ bebernya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama