Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

425 Pasang Catin Menikah di Malam Songo, Siapkan 34 Penghulu

Sugiati. • Senin, 24 Maret 2025 | 17:30 WIB

 

Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Dari tahun ke tahun, malam songo masih menjadi pilihan bagi calon pengantin di Tuban untuk melangsungkan pernikahan.

Terlebih, bagi mereka yang terbentur hitungan weton.

Nikah di malam ke-29 Ramadan ini seakan menjadi solusi untuk menghindari konflik antarkedua calon mempelai yang wetonnya tidak “sejalan”.

Rincian­nya, tujuh siswa diter

Tahun ini, jumlah pengajuan nikah di malam songo mencapai 425 pasang calon pengantin (catin). Naik hampir 50 persen dari 2024 lalu yang hanya 303 pasang catin.

Dari jumlah 425 pasangan catin tersebut, paling banyak berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Soko. Totalnya mencapai 48 pasangan. Sedangkan paling sedikit dari Kecamatan Bancar, 4 pasang. (Selengkapnya pada grafis).

‘’Semuanya nanti akan menikah Jumat malam Sabtu, tanggal 28 Maret 2025, dimulai pukul 1 siang hingga dini hari menjelang subuh,” kata Mashari Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kantor Kementerian Agama Tuban.

Seiring dengan membludaknya pasangan catin yang melangsungkan pernikahan pada malam songo tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Tuban menugaskan sebanyak 34 penghulu yang dibagi di masing-masing KUA.

Lebih lanjut, Mashari menyampaikan, sebelum melangsungkan pernikahan di malam songo, setiap catin wajib mengikuti bimbingan perkawinan (binwin) selama Ramadan.

‘’Binwin berlangsung di masing-masing KUA,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Pejabat asal Lamongan itu menyampaikan, banyaknya pasangan catin yang memilih menikah di malam songo ini lantaran dianggap sebagai malam penuh berkah di bulan Ramadan.

Baca Juga: Marak Penipuan, Google Maps Hapus dan Tuntut Ribuan Bisnis Palsu

Selain itu, malam songo juga diyakini tanpa hitungan weton. Artinya, catin yang terbentur weton bisa melangsungkan pernikahan di malam 29 Ramadan.

‘’Makanya, banyak yang memilih nikah di malam songo. Juga karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari tahun ke tahun,” katanya.

Terpisah, Mulyo Hadi, ahli Astrologi Jawa mengatakan, malem songo adalah malam paling baik karena dipercaya angka sembilan merupakan angka paling tinggi.

 

‘’Meskipun ada angka sepuluh setelahnya, tapi angka sepuluh berarti kita kembali ke angka paling kecil yaitu satu dan nol,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Mulyo itu mengatakan, malam songo memiliki makna kebo bingung, buru cepet, yang berarti memburu cepat di waktu yang baik.

‘’Karena itu, menikah di malam songo tanpa hitungan weton dan waktunya hanya semalam, sehingga banyak yang melangsungkan pernikahan untuk berburu malam terbaik itu,” tandasnya. (gik/tok)

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#menikah #Nikahan #Malam Sanga #akad