RADARTUBAN - Setelah hampir tiga tahun vakum menyusul dugaan korupsi dana penyertaan modal yang dilakukan dua direktur sebelumnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Ronggolawe Sukses Mandiri kembali diaktifkan dengan status baru sebagai Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) RSM.
‘’Ini baru saja dilakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) dan sudah ditunjuk Plt Direktur,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Perubahan status dari PT menjadi perseroda itu setelah ditetapkannya perda baru perubahan nomenklatur.
Disampaikan Budi, dalam RUPS tersebut, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Agus Wijaya kembali ditunjuk sebagai Plt direktur.
Selanjutnya, tugas direksi melakukan penataan di dalam internal perusahaan.
‘’Pertama, direktur akan melakukan konsolidasi, penataan sumber daya manusia seperti pengisian pegawai, dan penataan administrasi perusahaan,’’ bebernya.
Juga, menata kembali usaha-usaha yang sebelumnya terhenti lantaran dugaan kasus korupsi yang dilakukan direktur sebelumnya.
Diharapkan, dengan perubahan nomenklatur ini bisa memudahkan RSM dalam membuat kebijakan.
Salah satunya, menata kembali usaha yang sebelumnya tidak jalan. Seperti usaha bongkar muat di pelabuhan milik PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), usaha alih daya, dan beberapa jenis usaha lainnya.
‘’Sekarang, targetnya menyetabilkan usaha-usaha tersebut agar tidak rugi,’’ tuturnya.
Selain penataan usaha, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuban itu menyebut, direksi yang baru juga diminta untuk menyelesaikan masalah utang yang membelit perusahaan.
Tak hanya itu, soal piutang-piutang lain yang belum terbayar hingga saat ini juga disinggung olehnya.
‘’Selain masih ada utang, juga ada beberapa pekerjaan yang belum terbayar,’’ bebernya.
Apakah dengan “terlahirnya” kembali RSM ini, Pemkab Tuban akan langsung memberikan suntikan dana penyertaan modal? Ditegaskan Budi, untuk dana penyertaan modal masih belum bisa dipastikan dalam waktu dekat.
‘’Menunggu progres perkembangannya seperti apa. Selanjutnya, akan kami lakukan, seperti apa dan berapa penyertaan modalnya nanti,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama