RADARTUBAN – Tim rukyatul hilal ketika melakukan pemantauan bulan di Menara Desa Banyuurip, Kecamatan Senori kembali tidak berhasil melihat hilal.
Jajaran kemenag bersama tokoh masyarakat ketika bergantian melihat melalui teropong, tidak ada satupun yang bisa melihat. Padahal pada pukul 17.30 hari ini (29/3) langit sangat cerah.
Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban Mashari mengatakan, tidak terlihatnya hilal memang bukan pengaruh cuaca.
Tetapi memang posisi hilal yang masih di bawah ufuk.
"Jadi ketika dilihat tidak bisa,’’ ujarnya.
Bukan hanya di Tuban, karena posisi hilal masih sangat rendah maka hampir di semua wilayah Jawa Timur bahkan se Indonesia mengalami hal yang sama. Hilal tidak terlihat.
Maka untuk puasa Ramadhan masih satu hari lagi, dan lebaran di rayakan Senin 31 Maret mendatang.
"Karena hilal tidak terlihat maka di istikmalkan, atau Ramadhan digenapkan 30 hari,’’ bebernya.
Menurut Mashari Ramadhan tahun ini menjadi Sejarah, sebab untuk penetapan satu Ramadhan antara Muhammadiyah dan pemerintah serta Nahdlatul Ulama (NU) bareng.
Kemudian Idul Fitri ini juga kembali bersamaan.
Padahal selama ini kedua ormas islam hampir tidak pernah barengan antara satu Ramadhan dan satu syawal.
‘’Tentu ini sejarah bagaimana antara NU dan Muhammadiyah bisa bersamaan merayakan Idul Fitri,’’ tutupnya.(fud)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni