Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Arus Sungai Kali Bokong di Desa Talangkembar Montong

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 4 April 2025 | 17:10 WIB
Ilustrasi bocah tenggelam.
Ilustrasi bocah tenggelam.

RADARTUBAN – ​Tragedi menimpa seorang bocah berusia 12 tahun berinisial WGP dari Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang ditemukan meninggal dunia saat libur Lebaran.

Dia terseret arus Sungai Kali Bokong di Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, pada Rabu (2/4) sore. Peristiwa ini terjadi saat suasana Idul Fitri, menambah duka bagi keluarga korban.

Berdasar keterangan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, peristiwa pilu itu bermula saat korban diajak orang tuanya silaturahmi ke rumah sanak saudara di Desa Talangkembar, Kecamatan Montong.

Setibanya di lokasi, setelah bercengkrama dan saling bermaaf-maafan di momen Idulfitri, sekitar pukul 16.00 korban bersama tiga teman kerabatnya bermain di tepi Sungai Kali Bokong.

Bersama tiga temannya, saat sedang asyik bermain, korban diduga terpeleset. Seketika itu, korban langsung hanyut terseret derasnya arus sungai.

Teman-teman korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga, yang kemudian meminta bantuan warga sekitar.

Baca Juga: Identitas 2 Anak Meninggal Tenggelam di Waduk Kedungwinong Sukoharjo

Pencarian awal oleh warga tidak membuahkan hasil, sehingga BPBD Tuban dikerahkan untuk membantu.

Tim penyelamat menggunakan perahu karet dan menyisir sungai hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian. Namun, hingga pukul 18.30 WIB, korban belum ditemukan, dan pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap.

Upaya pencarian dilanjutkan oleh warga setempat, dan sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah WGP ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi awal kejadian dalam kondisi tidak bernyawa.

Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, mengungkapkan bahwa arus deras Sungai Kali Bokong saat kejadian diduga menjadi salah satu penyebab insiden ini.

Debit air sungai meningkat akibat hujan deras yang sebelumnya mengguyur wilayah hulu.

Operasi penyelamatan dan pencarian mengerahkan satu perahu karet serta penyisiran sungai dengan radius kurang lebih sejauh 2 kilometer (km) dari titik lokasi tenggelamnya korban. Namun, hingga pukul 18.30, korban tak kunjung ditemukan.

Pencairan dihentikan karena sudah larut malam. Meski demikian, warga tetap berupaya melakukan penyisiran di sepanjang arus sungai.

Hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 korban ditemukan oleh warga sejauh 400 meter ke arah barat dari titik TKP dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

‘’Arus Kali Bokong yang deras pada waktu kejadian diduga menjadi salah satu penyebab insiden ini. Debit air sungai meningkat akibat hujan deras yang sebelumnya mengguyur wilayah hulu sungai,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban Sudarmanji.

Atas insiden memilukan tersebut, Sudarmaji mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan pengawasan pada anak-anak untuk tidak bermain di area-area berisiko, seperti bantaran sungai maupun kolam renang. (saf/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Libur Lebaran #tenggelam #BPBD #kali bokong #Semanding #sungai #idul fitri #Kecamatan Montong