RADARTUBAN – Setelah hampir sepekan menikmati suasana kampung halaman, bertemu sanak famili, dan hiatus sejenak dari tuntutan pekerjaan selama momen libur Lebaran.
Sabtu (5/4), ratusan pemudik asal Tuban mengikuti program balik gratis yang disediakan pemerintah daerah menuju kota perantauan.
Tampak suasana haru menyelimuti keluarga yang mengantarkan para pemudik di halaman kantor Pemkab Tuban.
Tergurat wajah-wajah tak tega melepas sanak keluarga ke tanah rantau—mengadu nasib-menjemput rezeki.
Namun, tidak ada pilihan selain kembali dan sembari berharap: semoga masih bisa dipertemukan dengan Ramadan tahun depan dan kembali mudik ke kampung halaman.
Pemberangkatan program balik gratis dipimpin oleh Wakil Bupati Joko Sarwono. Tepat pukul 10.00, sejumlah bus yang disediakan untuk para pemudik diberangkatkan menuju kota perantauan.
Dikatakan Joko, tahun ini Pemkab Tuban menyediakan lima bus. Rinciannya, tiga armada rute Tuban-Jakarta, dan 2 armada lainnya rute Tuban-Surabaya-Malang,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban usai pemberangkatan di halaman kantor Pemkab Tuban.
Lebih lanjut, Joko menyampaikan, seiring tingginya antusiasme masyarakat yang berharap bisa menikmati fasilitas balik gratis yang disediakan pemerintah daerah, pihaknya akan mempertimbangkan untuk menambah jumlah armada di tahun berikutnya.
‘’Diharapkan, program balik gratis ini bisa dilakukan secara konsisten hingga tahun-tahun berikutnya,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban Bambang Irawan menambahkan, selain membantu para pemudik kembali ke perantauan secara gratis, program balik gratis ini juga menjadi solusi untuk mengurai kemacetan selama momen arus balik Lebaran 2025.
‘’Di sisi lain, kami juga berharap, dengan adanya balik gratis ini bisa menjadi dalah satu upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus balik,” tandasnya.
Sri Yani, 41, salah satu pemudik asal yang merantau ke Jakarta mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti program balik gratis yang difasilitasi Pemkab Tuban.
Dengan begitu, dirinya tidak perlu lagi memikirkan biaya transportasi kembali ke Jakarta untuk dirinya, suami, dan kedua anaknya.
‘’Alhamdulillah, program balik gratis Pemkab Tuban ini sangat membanti kami secara finansial. Sebelumnya, setiap mau mudik pasti memikirkan mengenai biaya ini dan itu, yang pastinya cukup berat bagi saya yang bukan dari kalangan menengah ke atas. Karena itu, kami sangat bersyukur ada program balik gratis,’’ ujarnya.
Persaan yang sama juga diungkapkan Ilma Marta. Pemudik yang akan kembali ke Surabaya ini merasa bersyukur karena ada program balik gratis yang disediakan Pemkab Tuban. Meski tidak sejauh Jakarta, namun program balik gratis ini cukup membantu dirinya. ‘’Setidaknya bisa berhemat,’’ katanya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama