RADARTUBAN – Belum semua desa di Kabupaten Tuban memiliki akses internet 4G.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, masih ada 20 desa yang belum terjamah akses internet kecepatan tinggi.
Rinciannya, 15 desa hanya dijangkau sinyal 3G/H/H+/EVDO dan 5 desa sinyal 2,5G/E/GPRS.
Dari data tersebut, Kecamatan Motong menjadi wilayah yang masih minim akses internet. Totalnya, sebanyak 6 desa belum mendapatkan layanan sinyal 4G.
Kemudian, disusul dengan Kecamatan Parengan, Kecamatan Grabagan, Kecamatan Soko, dan Kecamatan Jatirogo masing-masing tiga desa yang layanan internetnya masih kategori 3G/H/H+/EVDO dan 2,5G/E/GPRS.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban Arif Handoyo membenarkan data yang dirilis BPS dalam Kabupaten Tuban Dalam Angka 2025 tersebut.
‘’Memang belum seluruh desa tersentuh layanan 4G, ini juga dipengaruhi adanya area-area blankspot yang ada di beberapa desa,’’ bebernya.
Lebih lanjut dikatakan oleh Arif, letak geografis menjadi kendala utama dalam perluasan jaringan seluler internet 4G masuk pelosok desa di Tuban.
Ketinggian menara seluler serta persebarannya masih belum bisa menjangkau beberapa desa, terutama yang letak geografisnya berada di lereng perbukitan ataupun terhalang pepohonan tinggi.
Mantan Kabag Hukum Setda Tuban itu menuturkan, sebelumnya juga telah meneruskan informasi tersebut melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) maupun pemerintah pusat beberapa waktu lalu.
‘’Pemeratan serta peningkatan jaringan perlu dilakukan, mengingat di era sekarang ini kebutuhan ini menjadi kebutuhan terpenting masyarakat. Terlebih untuk mendorong percepatan digitalisasi di wilayah Tuban,’’ tandasnya.
Sehingga hampir dipastikan main game seperti Mobile Legend, Free Fire, PUBG, atau permainan online lainnya akan lemot di desa-desa tersebut.
Para gamer online tidak disarankan main game online karena akan memengarubi permainan hingga kalah. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama