Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Niat Lamaran Setelah Umrah Kandas, Cerita Di Balik Kecelakaan Tragis Sekeluarga dari Desa Tuwiri Wetan Merakurak Tuban

Yudha Satria Aditama • Jumat, 11 April 2025 | 00:31 WIB
Petugas kepolisian mengantar korban kecelakaan pengiring umrah dari Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak Tuban.
Petugas kepolisian mengantar korban kecelakaan pengiring umrah dari Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak Tuban.

RADARTUBAN – Suasana duka menyelimuti Dusun Kedungsari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Sebuah keluarga yang semula dipenuhi suka cita untuk melepas keberangkatan ibadah Umroh, kini justru menyambut kepulangan kerabat dalam kesunyian dan air mata.

Keluarga besar itu berangkat dari rumah pada Kamis dini hari (10/4), dengan maksud mengantar Muhammad Aqib, 26, menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Aqib dijadwalkan terbang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Umroh. Namun, tak satu pun dari mereka sampai ke tujuan.

Tragedi terjadi sekitar pukul 05.45 WIB di Jalan Raya Gresik-Lamongan, tepatnya di wilayah Kecamatan Duduk Sampean, Kabupaten Gresik.

Mobil Panther bernomor polisi DK 1157 FCL yang membawa Aqib dan enam anggota keluarganya bertabrakan dengan bus Rajawali Indah bernopol S 7707 UA.

Benturan keras mengakibatkan seluruh penumpang mobil Panther meninggal dunia di tempat.

Baca Juga: Mobil Pengantar Umrah Asal Desa Tuwiri Wetan Merakurak Tuban Tabrak Bus, 7 Orang Meninggal

Ketujuh korban tersebut adalah Akhmad Basuk, 49, sang sopir, Besar, 66, Muhammad Al Fatih, 3, Hafiz Gandawiharja, 17, Muhammar Aqib, 26, Wiwik Sunarti, 43, dan Lislikah, 54.

Sementara sopir mengalami patah tulang dan kernet bus hanya mengalami luka ringan.

Kabar ini mengejutkan warga Desa Tuwiri Wetan, apalagi malam sebelum keberangkatan, keluarga Aqib sempat menggelar tasyakuran sederhana di rumah.

Doa dan harapan mengiringi langkah Aqib menuju Tanah Suci, namun takdir berkata lain.

“Almarhum sempat cerita, kalau pulang Umroh langsung lamaran,” tutur Nur Chozin, tetangga dekat keluarga.

Aqib diketahui telah merencanakan prosesi lamaran kepada kekasihnya yang tinggal di Surabaya, sepulang dari ibadah Umroh.

Jenazah seluruh korban telah dipulangkan ke rumah duka pada Kamis sore dan langsung dimakamkan secara berdampingan di pemakaman desa setempat.

Tangis pecah mengiringi proses pemakaman, di tengah rasa kehilangan yang mendalam dari warga dan keluarga besar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

Duka mendalam menyelimuti Tuban, terlebih karena peristiwa tragis ini merenggut nyawa satu keluarga dalam perjalanan yang sejatinya penuh harapan dan doa. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#lamaran #Tuwiri Wetan #tanah suci #gresik #kecelakaan tragis #umrah #Merakurak