RADARTUBAN – Program sekolah rakyat (SR) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dipastikan belum akan terealisasi di Kabupaten Tuban pada tahun ini.
Pasalnya, Tuban tidak termasuk yang diprioritaskan untuk membuka sekolah rakyat pada tahun ajaran baru tahun ini.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Aset, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos-P3APMD) Tuban Sugeng Purnomo mengatakan, tahapan sekolah rakyat di Kota Legen masih dalam proses pengusulan proposal ke Kementerian Sosial (Kemensos) dan survei lokasi.
‘’Tahapannya masih panjang, seperti proses pembangunan, pembukaan pendaftaran peserta didik baru dan beberapa tahap lainnya. Untuk saat ini, kami masih menunggu kabar dari pusat, semoga Tuban segera diprioritaskan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: Usulkan Tiga Titik Lokasi Calon Sekolah Rakyat di Tuban, Ikuti Instruksi Presiden Prabowo Subianto
Karena tidak masuk dalam 53 lokasi yang diprioritaskan mulai beroperasi tahun ini.
Sehingga, terang Sugeng, kemungkinan baru bisa terealisasi tahun depan. Itu pun masih melalui proses yang tidak sebentar. ‘’Insya Allah, (sekolah rakyat, Red) Tuban bisa berdiri tahun depan, saat tahun ajaran baru,’’ujarnya.
Lebih lanjut, Sugeng mengatakan, Pemkab Tuban sudah mengusulkan beberapa opsi lokasi calon sekolah rakyat.
Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, salah satunya berada di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban. Kemungkinan berada di eks lokasi Pasar Besar yang sekarang menjadi lahan kosong.
Hanya saja, Sugeng masih enggan untuk menyampaikan. Mantan Camat Kerek itu hanya memberikan clue: luasnya kurang lebih 6,5 hektare.
‘’Yang pastinya, kami memilih lokasi paling strategis,’’ujarnya.
Segeng menambahkan, kebutuhan anggaran untuk membangun sekolah rakyat ini kurang lebih Rp 100 miliar. ‘’Tapi untuk kepastian lebih lanjut, kami masih menunggu dari pusat,’’ ujarnya.
Sugeng mengatakan, nantinya SR akan dikonsep seperti asrama: sebagai tempat belajar dan tempat tinggal. Melingkupi semua jenjang, dari tingkat SD, SMP dan SMA,’’ katanya.
Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tuban, khususnya anak-anak dari keluarga tidak mampu.
‘’Pendirian sekolah rakyat ini sangat penting sebagai upaya pemerataan pendidikan bagi siswa kurang mampu,’’ tandasnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama