Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bus Rajawali Indah yang Tabrak Rombongan Pengiring Umrah Belum Berkunjung ke Keluarga Korban

Andreyan (An) • Minggu, 13 April 2025 | 17:28 WIB
Suasana di rumah duka korban yang terlibat kecelakaan tragis di Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Suasana di rumah duka korban yang terlibat kecelakaan tragis di Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

RADARTUBAN – Kecelakaan tragis di jalan raya Tuban-Gresik, tepatnya di Desa/Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik yang merenggut nyawa satu keluarga.

Mereka berasal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kamis (11/4) lalu turut menjadi atensi Pemkab Tuban.

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin), Pemkab Tuban akan turut mengawal hak-hak para korban.

Salah satunya, hak jaminan kematian yang wajib diberikan kepada keluarga korban selaku ahli waris.

‘’Perusahaan tempat para korban bekerja harus mengkaver hak-hak korban untuk diberikan kepada ahli waris,’’ ujar Plt Disnakerin Tuban Rohman Ubaid.

Lebih lanjut, Ubaid mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Tuban untuk segera berkomunikasi dengan tempat masing-masing korban bekerja.

‘’Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga, yang berhak menerima yang masih ada ikatan darah dengan korban,’’ tuturnya.

Sementara itu, sehari pasca pemakaman ketujuh korban kemarin, lalu lalang pelayat silih berganti mengunjungi rumah duka dari pagi hingga petang.

Seluruh anggota keluarga yang tewas dalam kecelakaan maut itu, yakni Besar, 66, Akhmad Basuki, 49, Wiwik Sunarti, 43, Muhammad Aqib, 26, Hafiz Gandawiharja, 17, Muhammad Al Fatih, 3, Lislikah, 41.

Tampak kerabat dekat hingga sanak famili dari luar desa yang terlihat mendiami rumah duka yang ditinggal para pemiliknya menjemput Sang Pencipta itu.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Tuban di rumah duka, enam dari tujuh korban tidak menyisakan anggota keluarga satu pun yang masih tinggal satu atap, kecuali korban atas nama Lislikah yang masih memiliki suami dan kedua anaknya.

Sementara itu, Kunipah, adik Besar, 66 yang berasal dari Desa Tuwirikulon, Kecamatan Merakurak mengatakan, untuk saat ini dirinya bersama-sama dengan sanak familinya yang mengurusi pemakaman hingga prosesi selamatan tujuh hari dari para korban.

Wanita paro baya itu mengungkapkan, sehari sebelumnya pihak Jasa Raharja juga telah memberikan santunan serta dari para simpatisan luar.

‘’Tadi (kemarin, Red) dari pihak travel umrah juga ke sini memberikan uang ganti rugi biaya umrah,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, dari berbagai simpatisan hingga pihak yang datang memberikan santunan.

Belum ada satu pun dari pihak Bus Rajawali Indah yang datang ataupun memberikan ungkapan berbela sungkawa.

‘’Paling tidak ada itikad permintamaafan,’’ tandasnya. (an/tok)

 

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Bus rajawali indah #gresik #laka lantas #Kecelakaan