RADARTUBAN – Minimnya lowongan pekerjaan (loker) yang tersedia membuat sebagian warga Tuban mengadu nasib ke luar negeri.
Berdasar catatan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, sejak Januari lalu, sebanyak 50 orang menjadi TKI (tenaga kerja Indonesia) di negara orang.
Kepala Bidang Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja dan Hubungan Industrial Disnakerin Tuban Lusiana mengatakan, mereka yang berangkat secara remsi—menjadi tenaga kerja di luar negeri sudah memiliki skill atau keterampilan kerja yang dibutuhkan.
Artinya, sebelum berangkat sudah ada bekal dibawa.
"Seperti kemarin itu ada anak-anak muda datang ke sini, katanya mau ke Turki, skill mereka bagian las, dan itu yang dibutuhkan di sana,’’ ujarnya.
Meski demikian, diakui Lusiana, mereka yang menjadi TKI ke luar negeri sebagian besar bekerja sebagai housemaid atau pembantu rumah tangga, caregiver perawat atau pendamping, dan domestic worker, atau housekeeping.
"Sebelum berangkat, mereka sudah diberikan pembekalan terlebih dahulu,’’ bebernya.
Adapun tujuan negara yang yang paling mendominasi, yakni Malaysia. Selebihnya, Hongkong, Taiwan, Jepang, dan Turki.
"(Dari dulu, Red) Malaysia masih menjadi tujuan terfavorit,’’ bebernya.
Ihwal alasan banyaknya masyarakat Tuban yang memilih bekerje ke luar negeri, Lusiana mengaku tidak tahu pasti.
Yang jelas, terang dia, pemerintah tidak memiliki hak untuk melarang selama resmi. Apakah sulitnya mencari kerja di Tuban menjadi salah satu alasannya?
"Mungkin saja itu (tidak banyaknya lowongan kerja, Red) juga berpengaruh,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama