RADARTUBAN - Untuk memaksimalkan jumlah peserta Lomba Literasi Numerasi, Jawa Pos Radar Tuban masih memberi kesempatan kepada sekolah yang belum mendaftar maupun yang menambah jumlah pendaftarnya hingga Selasa (15/4) pukul 13.00.
Berdasarkan hasil rekapitulasi kemarin (14/4) pukul 16.00, jumlah peserta tercatat 20.402 anak atau 64 persen dari total angka data pokok pendidikan (dapodik) yang berjumlah 31.899 anak.
Terdata tujuh kecamatan dengan jumlah peserta kurang maksimal. Kecamatan Bancar tercatat paling minim. Jumlah pesertanya hanya 516 anak atau 31,2 persen dari angka dapodik.
Kecamatan dengan jumlah peserta minim berikutnya, Jenu sebanyak 492 anak (35,5 persen), Kenduruan 343 anak (42,9 persen), Tambakboyo 571 anak (45,1 persen), Parengan 604 anak (46,4 persen), Jatirogo 784 anak (50 persen), dan Widang 465 anak (51,7 persen).
Empat kecamatan yang juga masih perlu mendapat perhatian jumlah pesertanya adalah Soko 1.296 anak (64,8 persen), Singgahan 681 anak (67,3 persen), Semanding 2.183 anak (66,5 persen), serta Tuban 2.323 anak (58,2 persen).
Tercatat sembilan kecamatan dengan jumlah peserta terbanyak.
Montong mencatat rekor tertinggi dengan jumlah peserta 996 anak (99,9 persen).
Disusul, Senori 991 anak (99,7 persen), Kerek 1.440 anak (91,2 persen), dan Rengel 1.375 anak (88,4 persen).
Terbanyak selanjutnya, Grabagan 897 anak (78,3 persen), Palang 1.334 anak (73,6 persen), Bangilan 828 anak (69,1 persen), Plumpang 1.387 anak (68,7 persen), serta Merakurak 896 (62,5 persen).
Seperti diberitakan, sekarang ini merupakan tahun ketiga gelaran kerja sama Jawa Pos Radar Tuban dan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban tersebut.
Harapan event yang diikuti anak didik kelas 3, 4, dan 5 SD itu bisa semaksimal mungkin diikuti seluruh siswa dari jenjang tersebut disampaikan Kabid Pengelolaan Pendidikan SD Disdik Tuban M. Nurdin.
Dia menegaskan, hasil kegiatan tersebut bisa dijadikan bahan pemetaan satuan pendidikan atau sekolah dan disdik untuk mengetahui sejauhmana kemampuan literasi dan numerasi anak didiknya.
Muri, ketua tim penyusun soal literasi numerasi, juga menyampaikan harapan senada.
Dia menyampaikan, materi literasi numerasi yang dilombakan bisa melatih peserta didik untuk percaya diri dan bernalar kritis. Tidak sekadar mengingat dan memahami.
Project Officer Festival Literasi Numerasi Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan mengatakan, perpanjangan pendaftaran diharapkan memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan yang belum mendaftar maupun yang belum memaksimalkan jumlah peserta.
‘’Kita menunggu pendaftaran terakhir besok siang, (Selasa hari ini, Red.),’’ tegasnya.
Dia menjelaskan, setelah pendaftaran ditutup Selasa (15/4) pukul 13.00, tim Radar Tuban akan mendistribuskan soal dan LJK di seluruh kantor kordikcam pada esok harinya, Rabu (16/4).
‘’Untuk kelancaran pendistribusian, personel Radar Tuban yang ditugaskan mengirim akan menghubungi ketua K3S masing-masing kecamatan,’’ ujarnya.
Setelah soal dan LJK diterima, Lomba Literasi Numerasi dilaksanakan di masing-masing sekolah mulai Kamis (17/4) hingga Sabtu (19/4).
Selanjutnya, LJK dikumpulkan di Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Dinas Pendidikan mulai Sabtu (19/4) hingga Selasa (22/4).
Setelah dikoreksi dengan scanner, disdik akan mengumumkan finalis lomba tersebut pada 28-29 April. Para finalis dijadwalkan mengikuti babak final pada 30 April.
Pemenang lomba ini diagendakan diundang pada upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-Alun Tuban untuk menerima piala, piagam, dan uang pembinaan.(*)
Editor : Yudha Satria Aditama