Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ibu Merantau, Ayah Di Parengan Tuban Malah Setubuhi Anak Kandung yang Masih SMP

Yudha Satria Aditama • Selasa, 15 April 2025 | 23:35 WIB

Ilustrasi potret seorang pelajar SMP.
Ilustrasi potret seorang pelajar SMP.

RADARTUBAN - Seorang ibu di Kabupaten Tuban, berinisial SU, 40, menceritakan kisah pilu tentang anak perempuannya, Putri, 15 (bukan nama sebenarnya), yang menjadi korban tindakan asusila oleh ayah kandungnya, berinisial H, 42.

Kejadian tragis ini terjadi di tengah ketidakberdayaan SU yang merantau ke Surabaya untuk bekerja, meninggalkan kedua anaknya di kampung halaman.

Menurut SU, kejadian pertama kali terungkap pada 2 Maret 2025, saat Putri menghubunginya melalui telepon untuk meminta pulang segera.

Sesampainya di rumah, SU mendapati kenyataan yang mengoyak hatinya.

Putri mengungkapkan bahwa dia telah beberapa kali menjadi koriban kekerasan seksual yang dilakukan oleh H, sang ayah.

Kejadian tersebut, yang berlangsung beberapa kali, mengungkapkan sisi kelam dari sebuah keluarga yang selama ini tampak normal.

“Anak saya bilang sudah empat kali perbuatan tersebut terjadi. Hati saya hancur sebagai ibu, tak ada yang lebih sakit daripada mengetahui anak kita mengalami hal seperti itu,” ungkap SU dengan air mata yang tidak bisa dibendung.

Baca Juga: Agus Buntung Menikah Secara Adat dari Balik Tahanan, Sambil Menanti Vonis Kasus Pelecehan Seksual

Pada 6 Maret 2025, SU melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tuban.

Dalam laporan tersebut, S membawa bukti dan menyampaikan permohonan agar hukum ditegakkan demi mendapatkan keadilan bagi anaknya.

Namun, meski laporan telah diterima lebih dari sebulan yang lalu, pihak kepolisian belum berhasil menangkap pelaku.

H, yang diduga melarikan diri setelah perbuatan tercelanya terungkap, masih dalam pengejaran.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap pelaku. Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan keberadaannya,” jelas Ipda Febri Bachtiar Irawan, Kanit PPA Satreskrim Polres Tuban.

SU berharap, agar pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal.

Dia juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan anak-anak, terutama dalam keluarga yang rentan terhadap kekerasan.

“Kami hanya ingin keadilan untuk anak saya. Tidak ada yang lebih saya harapkan selain pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” tegas SU.

Tragedi ini membawa dampak yang besar, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga pengingat bahwa kejahatan seksual pada anak juga terjadi di Tuban.

Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan peduli terhadap indikasi kekerasan dalam rumah tangga serta segera melaporkannya kepada pihak yang berwajib. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Tindak Asusila #setubuhi #Merantau #parengan #ibu