Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketinggalan Zaman, RSUD dr R Koesma Tuban Belum Terapkan QRIS untuk Sistem Pembayaran

Andreyan (An) • Jumat, 18 April 2025 | 22:40 WIB
MENJADI SOROTAN: Metode pembayaran di RSUD Dr Koesma Tuban dikeluhkan pasien lantaran belum beralih ke metode pembayaran QRIS.
MENJADI SOROTAN: Metode pembayaran di RSUD Dr Koesma Tuban dikeluhkan pasien lantaran belum beralih ke metode pembayaran QRIS.

TUBAN – Di saat para pengusa dan pedagang didorong menggunakan metode transaksi pembayaran digital, bahkan pedagang kaki lima (PKL) pun sudah menerapkan teknologi pembayaran berbasis QR Code atau QRIS.

Namun, ternyata, hingga saat ini RSUD dr. R. Koesma Tuban masih belum menerapkan transaksi berbasis digital tersebut. Sangat disayangkan.

Lambannya RSUD beradaptasi dengan pembayaran digital tersebut dikeluhkan oleh salah satu keluarga pasien.

‘’Saya sempat tidak percaya kalau ternyata RSUD belum menggunakan QRIS. Padahal, PKL di pinggir-pinggir jalan saja sudah menerapkan QRIS.

Sementara RSUD yang merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), ternyata belum nenerapkan pembayaran digital,’’ ujar Ahmad, salah satu keluarga pasien menceritakan pengalamanan di RSUD kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dia menceritakan, ketika itu dirinya mengantar adiknya masuk IGD lantaran sakit lambung yang dideritanya kambuh.

Setelah menjalani perawatan di IGD kurang lebih empat jam sejak masuk sekitar pukul 21.30, adiknya diperbolehkan untuk pulang—tidak perlu rawat inap.

Saat itulah—sekitar pukul satu dini hari, dirinya hendak melakukan pembayaran di loket kasir.

Karena sejak awal sudah mengira bisa melakukan transaksi lewat QRIS, sehingga tidak membawa persiapan uang cash. Betapa terkejutnya, ternyata RSUD belum menyediakan layanan transaksi digital.

‘’Saya sempat kaget saat mbak kasirnya bilang kalau RSUD belum menggunakan QRIS,’’ ujarnya.

Setelah itu, Ahmad kembali bertanya, apakah ada cara lain selain tunai? Dari dialog tersebut, petugas yang menjaga loket kasir itu menyampaikan, pembayaran bisa dilakukan dengan cara transfer. Tetapi, ternyata dini hari itu tidak bisa melayani pembayaran transfer.

‘’Alasannya tidak jelas, katanya tidak bisa,’’ katanya.

Lantaran sudah tidak ada cara lain, akhirnya Ahmad keluar rumah sakit untuk mencari ATM. Sialnya, seluruh ATM di sekitar rumah sakit juga tidak bisa digunakan.

‘’Saya akhirnya menyerah, dan pinjam uang teman. Tidak masuk akal, zaman gini sekelas RSUD belum menggunakan transaksi digital,’’ tandasnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban M. Masyudi saat dikonfirmasi wartawan koran ini berdalih bahwa berdasarkan sepengetahuannya sistem pembayaran di rumah sakit yang dipimpinnya itu melalui non tunai.

‘’Semuanya melalui non tunai, lewat virtual account,’’ ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan oleh Masyudi, terkait peralihan pembayaran menggunakan metode QRIS sudah masuk dalam wacananya. Hanya saja, belum terealisasi hingga saat ini.

‘’Kemarin sudah minta ke Bank Jatim untuk membantu menyedikan layanan QRIS, tapi masih proses pengajuan ke pusat,’’ dalihnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#qris #rumah sakit #RSUD dr R Koesma Tuban #atm #pembayaran #CASH