Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lebih Dari Sekadar Teh, Matcha Bisa Jadi Pengganti Kopi, Begini Kata Gen Z di Tuban

Sugiati. • Minggu, 20 April 2025 | 23:18 WIB

Salah satu pecinta matcha tengah menikmati minuman rasa matcha di salah satu kedai kopi Tuban.
Salah satu pecinta matcha tengah menikmati minuman rasa matcha di salah satu kedai kopi Tuban.


RADARTUBAN – Bubuk teh hijau yang akrab dengan nama matcha, lambat laun mulai menggeser dunia perkopian bagi generasi Z.

Pasalnya, matcha diklaim bukan sekadar tren minuman, tapi gaya hidup pengganti kopi yang dinilai lebih sehat.

Sahasika Nazwa Azzahra, salah satu penikmat matcha mengatakan, teh hijau dari Jepang itu merupakan versi kopi yang lebih adem di perut. Selain itu, rasa dan tampilannya juga tidak pernah membosankan.

‘’Dari mulai tampilannya yang estetik sampai rasanya yang enak, matcha adalah minuman versi kopi yang lebih enak,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, cewek yang akrab disapa Sika itu mengatakan, selain minuman, banyak juga dessert rasa matcha, dan itu enak banget.

‘’Penyajiannya juga sangat instagramable banget,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Gadis 17 tahun itu mengatakan, selain dari segi rasa dan tampilan, dia setuju jika matcha juga diklaim memiliki manfaat bagi tubuh, karena membuatnya lebih tenang, membangkitkan energi dan menghilangkan rasa gelisah berlebihan.

‘’Selain itu, menurutku matcha juga memiliki rasa yang unik karena ada pahitnya, ya sama seperti kopi kalau dikasih gula manis,” katanya.

Senada dikatakan Nila Tsuroyya, matcha bukan sekadar makanan dan minuman yang menunjang foto estetik di media sosial, bukan sekadar makanan atau minuman yang digandrungi oleh Gen Z, tapi memberikan manfaat bagi tubuh.

‘’Gak tahu kenapa, ya setelah mengkonsumsi minuman matcha atau makanan rasa matcha itu mood kembali baik, sama kayak minum kopi. Tapi ini lebih adem,” ujarnya.

Terpisah, Revi Mariska Mahasiswa Profesi Ners dari Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban membenarkan bahwa matcha dan kopi memang dua jenis minuman yang berbeda namun hampir mirip, lantaran sama-sama mengandung kafein.

Bedanya, kalau kafein di pada matcha dengan kandungan 30-50 miligram dalam secangkir itu mengalami penyerapan yang lambat dan stabil, berkat L-theanine yang memberikan rasa tenang dan fokus.

‘’Sedangkan kafein di dalam kopi menyebabkan dorongan energi yang lebih cepat, namun juga dapat menyebabkan risiko penurunan energi beberapa saat,” katanya.

Sehingga, kata dia, matcha tidak hanya sekadar minuman, tapi opsi pengganti kopi yang dinilai lebih sehat.

Karena itu, dalam segelas matcha atau sepotong dessert rasa matcha menjadi simbol gaya hidup yang seimbang antara estetika, cita rasa dan kesehatan.

‘’Karena perolehan manfaat yang seimbang itu bagi Gen Z, maka tidak heran jika matcha jadi primadona,” tandasnya. (gik/tok)

 

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#risiko #tampilan #kopi #rasa #enak #matcha #pahit #teh hijau #estetis