RADARTUBAN - Kalau kamu pernah mampir ke Tuban, entah itu buat ziarah, main ke pantai, atau sekadar numpang lewat karena bosan lewat tol, ada satu oleh-oleh yang sebaiknya nggak kamu lewatkan begitu saja: ikan asap Tuban.
Ini bukan ikan biasa, bukan pula ikan rebusan sisa tumpeng, tapi ikan yang diasapi dengan proses tradisional yang aromanya bisa bikin orang yang awalnya nggak lapar jadi lirik-lirik dompet.
Proses pengasapan ikan di Tuban ini masih mempertahankan cara lama yang sederhana tapi terbukti ampuh: pakai kayu bakar khusus yang aromanya khas dan bisa meresap sampai ke daging ikannya.
Beberapa jenis ikan yang sering diasapi antara lain manyung, tongkol, dan pari—jenis-jenis ikan tangguh yang kalau diasapi bisa punya tekstur kenyal dan rasa yang gurih maksimal.
Cocok banget buat lauk makan siang, apalagi ditemani sambal bawang dan nasi hangat. Dijamin nambah, minimal dua piring.
Uniknya lagi, banyak pedagang ikan asap di Tuban yang memilih tetap mengasapi ikan sambil jualan.
Jadi, pembeli nggak cuma datang buat beli, tapi juga bisa langsung lihat prosesnya. Bau sedap dari ikan yang sedang diasapi itu seringkali sukses bikin orang mendadak berhenti, lalu akhirnya beli.
Ya siapa sih yang tahan sama wangi ikan asap yang legit itu? Apalagi kalau datangnya pas sore-sore, perut kosong, dan dompet lagi nggak terlalu tipis.
Salah satu titik pusat penjualan ikan asap di Tuban adalah Plaza Ikan. Tempat ini semacam surganya para pecinta olahan laut.
Dan momen-momen libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru kemarin benar-benar jadi rezeki nomplok bagi para pedagang di sana.
Beberapa bahkan mengaku penjualannya naik berkali lipat. Nggak heran sih, karena selain rasanya enak, ikan asap ini juga tahan lama dan gampang dibawa pulang.
Cocok buat dijadikan oleh-oleh khas Tuban yang nggak itu-itu melulu.
Cerita yang sama juga terjadi saat momen Lebaran.
Ketika orang-orang mudik atau balik ke perantauan, mereka seringkali mampir ke Plaza Ikan buat borong ikan asap.
Selain buat dimakan sendiri, banyak juga yang dijadikan oleh-oleh buat tetangga atau teman sekantor.
Semacam oleh-oleh pamit yang tidak cuma simbolis, tapi juga menggugah selera.
Jadi, kalau kamu lagi ada di Tuban, jangan ragu untuk mampir dan cicipi sendiri kelezatan ikan asapnya.
Harga masih terjangkau, pilihan ikannya banyak, dan bisa dimakan langsung atau dimasak ulang di rumah.
Rasanya tetap nendang. Dan yang paling penting: kamu nggak akan pulang dengan tangan kosong dan hati kosong.
Karena kadang, oleh-oleh terbaik itu bukan kaus bertuliskan “I Love Tuban”, tapi seporsi ikan asap yang kamu nikmati bareng keluarga sambil cerita-cerita soal perjalanan. Simpel, tapi berkesan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama