Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Puncak Musim Kemarau di Kabupaten Tuban Semakin Dekat, Masyarakat Wajib Lakukan Hal Ini Mulai Sekarang!

Bihan Mokodompit • Selasa, 22 April 2025 | 17:20 WIB
TERIK: Cuaca panas di Tuban yang sudah memasuki awal musim kemarau
TERIK: Cuaca panas di Tuban yang sudah memasuki awal musim kemarau

RADARTUBAN - Puncak musim kemarau di Kabupaten Tuban diprediksi akan berlangsung pada bulan Agustus 2025.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh kecamatan di wilayah ini akan mengalami curah hujan yang sangat minim secara serentak selama periode tersebut.

Seluruh Wilayah Tuban Akan Mengalami Kemarau Serentak

Ketua Tim Kerja Daya dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tuban, Nursyamsi, menyampaikan bahwa puncak musim kemarau tahun 2025 di Kabupaten Tuban akan melanda seluruh kecamatan secara bersamaan.

Prediksi ini merupakan hasil pemantauan dan analisis klimatologi yang telah dilakukan secara berkala oleh BMKG.

“Untuk puncak musim kemarau di wilayah Kabupaten Tuban diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2025 untuk seluruh kecamatan,” ujar Nursyamsi.

BMKG Pusat: Puncak Kemarau Nasional Terjadi Juni-Agustus 2025

Plt. Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati, turut menguatkan prediksi ini.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari situs resmi BMKG, dia menyebut bahwa secara nasional, puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung antara bulan Juni hingga Agustus 2025.

Kondisi ini akan berdampak luas, terutama bagi wilayah-wilayah yang rentan mengalami kekeringan.

Warga Diminta Antisipasi Dampak Kemarau

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Tuban, untuk mulai mengambil langkah antisipatif.

Upaya seperti penghematan air, memperkuat cadangan air bersih, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sangat penting.

Wilayah yang rawan kekeringan harus mendapat perhatian khusus agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.

Sektor Pertanian Diimbau Menyesuaikan Aktivitas

Musim kemarau berkepanjangan dapat mengancam ketahanan pangan jika tidak diantisipasi sejak dini.

Oleh karena itu, BMKG menyarankan sektor pertanian dan instansi terkait untuk menyesuaikan kebijakan dan aktivitas produksi sesuai dengan prediksi musim kemarau ini.

Penyesuaian jadwal tanam, pengelolaan irigasi, serta perlindungan tanaman dari kekeringan menjadi langkah strategis yang bisa dilakukan.

Sinergi Semua Pihak Diperlukan Hadapi Puncak Kemarau

Menghadapi puncak musim kemarau di Kabupaten Tuban, sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait sangat dibutuhkan.

Dengan koordinasi yang baik, dampak negatif dari musim kemarau bisa ditekan, terutama dalam menjaga ketersediaan air bersih dan mencegah potensi bencana karhutla. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #cuaca #BMKG #musim kemarau #agustus #kecamatan