RADARTUBAN – Calon jemaah haji (CJH) tak perlu pusing memikirkan uang saku ketika berangkat ke Tanah Suci nanti.
Sebab, masing-masing jemaah akan menerima living cost atau uang saku.
Nominalnya, 750 riyal atau setara Rp 3 juta per jemaah. Sama seperti tahun lalu.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Moh Anshori mengatakan, uang saku yang menjadi hak jemaah dari biaya perjalanan ibadah haji (bipih) itu akan diberikan menjelang pemberangkatan.
‘’Nanti uangnya dibagikan secara cash ketika jemaah sudah sampai di Asrama Haji Embarkasi Surabaya,’’ ujarnya.
Natinya, terang Anshori, uang saku jemaah tersebut diberikan dalam bentuk uang riyal dengan pecahan 500 riyal satu lembar, 100 riyal dua lembar, dan 50 riyal satu lembar.
Tujuannya, uang tersebut bisa dimanfaatkan saat berada di Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
‘’Selain itu, living cost ini juga bisa dimanfaatkan untuk membayar dam atau tebusan dalam menjalankan ibadah,’’ bebernya.
Selain sebagai uang saku, dana ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Tidak sedikit jemaah yang mengandalkan living cost ini sebagai penopang keuangan selama mereka berada di Arab Saudi, terutama bagi jemaah yang tidak membawa dana tambahan dari rumah.
Dengan adanya jaminan uang saku ini, diharapkan jemaah dapat lebih fokus pada pelaksanaan ibadah, tanpa khawatir tentang pengeluaran mendesak yang mungkin terjadi.
Selain itu, hal ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.
Jumlah living cost tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Meski tidak mengalami kenaikan, nominal tersebut dinilai masih mencukupi untuk kebutuhan dasar selama pelaksanaan ibadah haji.
Namun, pemerintah tetap membuka kemungkinan adanya penyesuaian di tahun-tahun mendatang, seiring dengan perubahan biaya hidup di Arab Saudi dan kebutuhan jemaah yang semakin kompleks. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama