Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bupati Tuban Mas Lindra Ungkap Makna Filosofis Patung Sembilan Kuda Di Bundaran Sleko Depan SMAN 1 Tuban

Yudha Satria Aditama • Jumat, 25 April 2025 | 01:52 WIB

Tantangan dan harapan baru: 4 kebijakan prioritas pemerintah yang dinantikan warga Tuban di tahun 2025.
Tantangan dan harapan baru: 4 kebijakan prioritas pemerintah yang dinantikan warga Tuban di tahun 2025.

RADARTUBAN – Bupati Tuban Mas Lindra atau Aditya Halindra Faridzky memiliki cara unik dalam menajalankan kepemimpinannya.

Termasuk dalam membangun infrastruktur yang ikonik dan menjadi tempat wisata baru di Tuban. Salah satunya bundaran patung sembilan kuda, di Sleko, Tuban.

mengungkapkan makna di balik patung sembilan kuda berwarna putih yang terletak di Bundaran Sleko.

Patung tersebut resmi diluncurkan bersamaan dengan acara Car Free Night dan peresmian Taman Sleko pada Sabtu, 19 Maret 2022 malam.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, Bupati Tuban Mas Lindra menjelaskan, pilihan patung kuda tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki simbolisme yang dalam.

Baca Juga: Bupati Tuban Mas Lindra Ungkap Rencana Pembangunan Dua Titik Ruang Terbuka Hijau Baru, Begini Bocorannya

"Sengaja memilih kuda karena hewan ini melambangkan kesetiaan," ujar bupati yang bergelar sarjana ekonomi tersebut.

Bupati berharap, simbol kesetiaan pada patung tersebut dapat mengingatkan masyarakat dan pemerintah untuk selalu menjaga komitmen dan loyalitas dalam menjalankan tugas dan kewajiban, khususnya saat melewati Bundaran Sleko.

Selain itu, Bupati yang akrab disapa Mas Bupati ini juga menjelaskan filosofi lain dari penataan sembilan kuda yang tersusun menumpuk.

Menurutnya, posisi kuda yang tumpang tindih tersebut melambangkan semangat gotong royong.

"Dengan gotong-royong, semua lapisan masyarakat Tuban, meskipun berbeda, harus terus berkolaborasi dan berkoordinasi untuk kemaslahatan bersama," jelasnya.

Semangat kebersamaan ini, menurutnya, adalah kunci untuk menciptakan suasana yang harmonis dan saling mendukung demi kemajuan bersama.

Makna mendalam juga tercermin pada kuda yang paling atas dan fokus menatap ke langit.

Mas Lindra menjelaskan, kuda tersebut melambangkan pemimpin yang memiliki visi dan pandangan jauh ke depan, yang melalui kesetiaan, kolaborasi, dan koordinasi bersama, akan dapat membawa kemajuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Tujuan itu bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan komunal yang lebih besar," ujar Bupati Aditya, mengingatkan bahwa keberhasilan bersama adalah prioritas utama dalam kepemimpinan.

Di penghujung wawancara, Mas Lindra yang juga bupati yang masih lajang ini juga mengingatkan kepada seluruh warga Tuban untuk menjaga kebersihan dan merawat keindahan Taman Sleko serta patung-patungnya.

Dia menekankan pentingnya kerja sama untuk menjaga lingkungan agar tetap indah dan bersih.

"Hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya harus dilakukan demi keindahan lingkungan," pungkasnya.

Dengan diluncurkannya Taman Sleko dan patung sembilan kuda ini, diharapkan dapat menjadi simbol kesetiaan, gotong royong, dan keberhasilan bersama bagi seluruh masyarakat Tuban. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Bupati Tuban #SMAN 1 Tuban #Mas Lindra #Bundaran Sleko #Car Free Night #Patung Kuda