RADARTUBAN – Pencairan insentif guru PAUD di Tuban masih menunggu jawaban.
Terlalu lama menunggu insentif yang tak kunjung cair, sejumlah guru pendidikan anak usia dini (PAUD) meluapkan kekecewannya melalui media sosial.
Salah satu guru asal Kecamatan Merakurak yang dihubungi wartawan koran ini mengungkapkan, sudah sejak Januari lalu isentif sebesar Rp 300 ribu per bulan yang menjadi haknya tak kunjung cair.
‘’Meski dipandang tidak seberapa oleh mereka yang memiliki cukup uang, namun itu (insentif Rp 300 ribu per bulan, Red) sangat berarti bagi mereka, tapi sampai sekarang belum cair, kami sudah menunggu sejak Januari lalu,’’ bebernya.
Atas ketidakpedulian pemerintah terhadap guru PAUD tersebut, dirinya mengaku amat kecewa.
‘’Mereka seakan tidak pernah menyadari begitu beratnya tugas seorang guru PAUD. Meksi dengan insentif yang sedikit, kami berharap ada perhatian (jangan molor, Red),’’ keluhnya.
Senada dikatakan guru lain asal Kecamatan Jenu, dia juga mengaku kecewa lantaran insentif yang seyogiyanya menjadi haknya sejak Januari itu tidak kunjung dicairkan.
‘’Kami menunggu-nunggu, sebulan berlalu, bulan berikutnya juga tidak cair. Sampai puasa kemarin, kami juga sangat berharap dicairkan untuk kebutuhan Lebaran, tetapi juga tidak cair sampai sekarang,” ujarnya.
Dia mengaku terus mendapat kalimat afirmasi untuk sekadar bersabar, namun realitanya hingga kini masih belum menunjukan titik terang.
‘’Katanya pasti cair, tapi entah kapan. Padahal kami juga menunggu kepastian,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Abdul Rakhmat menegaskan, bahwa insentif guru pasti cair. Meski terlambat, nanti akan dirapel, sesuai jumlah bulan, dimulai Januari.
‘’Ini baru awal tahun, makanya banyak keterlambatan dan kendala. Tapi setelah yang ini sudah cair, Insya Allah bulan-bulan berikutnya akan lancar,’’ ujar pejabat lulusan Universitas Brawijaya itu.
Lebih lanjut, Rakhmat mengatakan, insentif tersebut diberikan bagi guru yang sudah mengabdi lama, atau lebih dari dua tahun, dan saat ini prosesnya masih dalam tahap verifikasi data.
‘’Masih verifikasi data, jadi kami pastikan data-data yang menerima ini benar. Karena ada beberapa yang sudah terdata sebelumnya kemudian diangkat, itu kan otomatis kami keluarkan dari jatah ini,” katanya.
Begitupun bagi yang saat ini sudah lebih dari dua tahun mengabdi dan sebelumnya belum terdata, maka akan dilakukan pendataan ulang dan penambahan—untuk mengisi kuota yang tidak terpakai.
‘’Jadi, kami sangat hati-hati dalam verifikasi data ini, harus kami pastikan sesuai. Makanya lama,” ujarnya.
Disinggung soal kepastian pencairan, Rakhmat mengaku belum bisa memastikan, namun pihaknya masih terus mengupayakan secepatnya.
‘’Ya, kita usahakan secepatnya. Kami berharap para guru Paud untuk bersabar terlebih dahulu,” tandasnya. (gik/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama